Kemarau, BPBD Kalbar: Operasi Pembasahan Difokuskan pada Wilayah Rawan Terbakar
- 26 Mar 2026 21:09 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan, khususnya di sektor pertanian.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan instansi terkait lainnya, agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara terpadu. Koordinasi ini dinilai krusial mengingat musim kemarau berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang bergantung pada sektor pertanian.
“Kemarau dapat berdampak pada hasil pertanian, bahkan berpotensi menimbulkan terjadinya gagal panen. Ini yang harus dikoordinasikan secara baik dengan instansi lintas sektor,” ujar Daniel, Kamis, 26 Maret 2026.
Selain itu, BPBD juga telah mengintensifkan patroli darat sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi pembasahan difokuskan pada wilayah rawan terbakar, seperti lahan gambut, guna menjaga kelembapan tanah.
Namun demikian, upaya di lapangan kerap menghadapi kendala, terutama keterbatasan sumber air. Jika kondisi tersebut menghambat efektivitas operasi darat, BPBD berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan modifikasi cuaca secara cepat.
“Artinya pembasahan dengan tujuan untuk membasahi lahan - lahan gambut secara lebih luas agar risiko kebakaran dapat ditekan,” jelasnya lagi.
BPBD juga menyebut bahwa prakiraan durasi musim kemarau masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam menghadapi kondisi tersebut, BPBD mengaku telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan personel, peralatan, hingga penyebaran edukasi kepada masyarakat.
Meski demikian, optimalisasi sumber daya yang ada menjadi pilihan utama mengingat keterbatasan anggaran untuk penambahan alat maupun personel baru. Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD berharap dampak musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin serta risiko kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....