Mengenal Investasi, Keuntungan, dan Risikonya
- 25 Mar 2026 17:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Investasi merupakan aktivitas menyimpan atau menempatkan dana pada periode tertentu yang akan meningkatkan nilai dari investasi itu sendiri. Terdapat beberapa instrument investasi yang salah satunya dapat kita jadikan referensi untuk investasi jangka panjang.
Saat ini investasi menjadi salah satu hal yang populer bahkan di kalangan generasi muda. Dengan investasi banyak manfaat yang akan kita terima, antara lain meningkatkan aset, melindungi aset dari kemungkinan inflasi, mencapai financial freedom dan lainnya. Ketika kebutuhan utama dan cadangan dana darurat telah terpenuhi, tak ada salahnya untuk melakukan investasi.
Berikut beberapa instrumen investasi yang bisa menjadi referensi pilihan anak muda yang akan memulai berinvestasi, yakni:
1. Logam Mulia atau Emas
Logam mulia atau emas adalah bentuk investasi yang paling mudah dan aman untuk dipilih. Investasi klasik satu ini cocok untuk siapa saja yang menginginkan nilai intrinsik yang jelas. Investasi dalam bentuk fisik ini punya risiko yang lumayan rendah. Nilainya cenderung stabil dan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, bahkan di beberapa bulan terakhir, nilai emas mengalami penguatan yang cukup tinggi.
2. Properti
Investasi bentuk fisik lainnya adalah properti. Investasi ini tergolong investasi jangka Panjang karena harus menahannya dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan return. Cara investasi ini juga ada beragam, mulai dari membeli tanah, kemudian membangun properti di atasnya dan menjualnya ketika harga sudah cukup tinggi. Cara lainnya dengan menyewakan properti tersebut sehingga mendapatkan penerimaan dari hasil sewa tersebut.
3. Deposito
Deposito hampir sama dengan menabung di bank, tapi terdapat perbedaan pada tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan Tabungan. Bahkan semakin tinggi uang yang di depositokan, biasanya bunganya juga akan makin tinggi. Selain itu, ada waktu jatuh tempo yang tidak dimiliki pada tabungan. Tenor deposito beragam, dengan maksimal 12 bulan, bahkan beberapa bank yang menawarkan hingga 24 bulan.
4. Saham
Instrumen ini adalah salah satu bentuk investasi yang paling populer. Saham merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Return investasi ini berupa dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri ketika diperjualbelikan kembali. Namun perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan membagikan dividen kepada investornya.
Instrumen ini bisa dibilang sangat potensial, namun memiliki risiko yang lumayan tinggi. Calon investor instrumen ini perlu memahami dengan seksama dan mendalam sebelum memilih investasi ini. Analisa yang detail juga dibutuhkan dalam perdagangan surat berharga ini.
5. Reksa Dana
Reksa dana adalah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan ke dalam satu wadah untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen investasi yang ada di pasar modal dalam portofolio manajer investasi. Instrumen ini sangat cocok untuk investor pemula yang memiliki keterbatasan dana. Sebelum membeli reksa dana, pastikan dahulu untuk memilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko, kebutuhan, dan preferensi pasar yang diinginkan.
6. Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa dibilang paling aman karena risikonya yang rendah. Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat secara perseorangan.
Beberapa jenis obligasi pemerintah ini hanya bisa dibeli dalam periode waktu tertentu. Selain itu, tidak semua obligasi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Jenis obligasi pemerintah bervariasi, mulai dari Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), Saving Bond Ritel (SBR) dan lain-lain. Pilihlah obligasi yang sesuai dengan kebutuhan dan jumlah dana yang dimiliki. Karena beberapa jenis hanya ditawarkan pada waktu tertentu jadi pastikan tidak ketinggalan informasi jika akan memanfaatkan investasi ini.
Sebelum kita mulai berinvestasi, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Seperti pendapatan yang sudah stabil, telah terpenuhinya kebutuhan, kesiapan dana darurat, serta pengetahuan yang telah cukup tentang instrumen dan risiko investasi yang akan kita pilih. Karena jika investasi tidak dilakukan dengan cermat maka yang ada hanya kerugian besar dikemudian hari.
Sumber: kemenkeu.go.id
Baca juga: OJK Kalbar Ingatkan Warga Waspadai Investasi Syariah Ilegal
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....