Antrean BBM di SPBU Kota Baru Pontianak Lebih dari 1 Kilometer

  • 20 Mar 2026 08:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terjadi di SPBU kawasan Jalan Prof. M. Yamin atau Kota Baru, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis 19 Maret 2026. ‎Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar di tengah isu sulitnya BBM.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan memanjang hingga lebih dari satu kilometer menuju area SPBU. Kondisi ini sudah terjadi sejak sore hari dan berlangsung hingga Jumat 20 Maret 2026 dini hari.

Lonjakan antrean dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar luas. Bahkan, di sejumlah kios bensin eceran di Kota Pontianak, harga Pertalite dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp20 ribu per liter, jauh di atas harga normal.

Salah satu warga, Muhammad Lutful, mengaku telah mengantre sejak pukul 21.00 WIB untuk mendapatkan BBM. ‎‎"Saya ngantre dari jam 9 malam. Terus ini mau ngantre Pertalite, tapi kalau seandainya Pertalite tidak ada, Pertamax pun boleh," katanya.

Ia mengaku mengantre BBM karena akan digunakan untuk mobilitas keluarga saat Lebaran. Menurutnya, isu yang beredar memicu kepanikan masyarakat, hingga terjadi panic buying.

"Mungkin salah satunya karena isu Selat Hormuz itu ditutup. Terus dilanjutkan lagi dengan Menteri SDM yang bilang BBM cukup untuk 20 hari, karena itu mungkin salah satunya jadi kepanikan massal meningkat, dan orang rata-rata udah menimbun BBM," ujarnya.

Sebelumnya, pada Kamis 19 Maret 2026 siang, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersama Kapolresta Pontianak dan unsur Forkopimda meninjau langsung Terminal BBM Pertamina di Pontianak Utara.

Dalam keterangannya, Edi memastikan ketersediaan BBM di Kota Pontianak sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, antrean panjang terjadi akibat meningkatnya pembelian masyarakat atau panic buying, serta adanya gangguan distribusi akibat kemacetan di sejumlah titik. ‎Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM dapat kembali normal.

Baca juga: Wagub Kalbar Minta Warga Tak Terprovokasi Isu BBM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....