Polres Kubu Raya Lakukan Pengamanan Ritual Bakar Naga
- 05 Mar 2026 13:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Polres Kubu Raya melakukan pengamanan ritual pembakaran naga rangkaian perayaan Cap Go Meh tahun 2026. Bakar naga berlangsung di Komplek Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto KM 8, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 siang itu diikuti sebanyak 40 perkumpulan naga yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Tionghoa tersebut.
Diperkirakan sekitar 3.000 penonton hadir menyaksikan prosesi pembakaran naga yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Ritual pembakaran naga sendiri merupakan tradisi yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Prosesi ini menjadi simbol mengembalikan ruh naga ke langit setelah sebelumnya “diturunkan” ke dunia melalui ritual buka mata saat perayaan Cap Go Meh.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga yang mengikuti prosesi tersebut diyakini telah diisi oleh ruh naga. Setelah menjalankan tugasnya di dunia untuk membersihkan jalan dan membawa keberkahan, roh naga tersebut kemudian dikembalikan ke alamnya di langit melalui ritual pembakaran.
Puluhan naga dari berbagai perkumpulan tampil dalam prosesi tersebut sebelum akhirnya dilakukan pembakaran sebagai bagian akhir dari rangkaian perayaan Cap Go Meh. Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya melakukan penjagaan dan pengaturan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade mengatakan pihak kepolisian menerjunkan personel guna memberikan pengamanan secara maksimal selama kegiatan berlangsung.
“Polres Kubu Raya melaksanakan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2026 guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ade, Kamis, 5 Maret 2026.
Ade menjelaskan, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga pengawasan terhadap kerumunan penonton yang hadir menyaksikan tradisi tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi dalam kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan tradisinya.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat, khususnya tradisi budaya seperti Cap Go Meh ini dapat berlangsung dengan aman. Dengan pengamanan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” ujar Ade, menjelaskan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.00 WIB, situasi di lokasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Tradisi pembakaran naga dalam perayaan Cap Go Meh sendiri telah menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat setiap tahunnya, sekaligus menjadi simbol kuat keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat.
Baca juga: Ritual Bakar Naga, Penutup Sakral Imlek di Yayasan Bakti Suci Kubu Raya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....