Pontianak Hadapi Lonjakan Kendaraan menuju Metropolitan
- 04 Mar 2026 11:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pontianak yang tengah bersiap menuju kota metropolitan dengan populasi di atas 700 ribu jiwa menghadapi tantangan serius di sektor transportasi. Pertumbuhan kendaraan roda dua dan roda empat yang meningkat pesat setiap waktu memberikan tekanan besar terhadap kapasitas jalan yang dinilai belum berkembang secara signifikan.
Pengamat Transportasi Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani, di Pontianak, Rabu, 4 Maret 2026, mengatakan perkembangan jalan tidak sebanding dengan pertambahan kendaraan, termasuk masuknya kendaraan besar seperti tronton ke dalam kota. Kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
“Bukan rahasia umum lagi, pengembangan jalan sangat kecil dibanding perkembangan kendaraan. Pergerakan tronton yang masuk kota luar biasa dan mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pola pikir positif dalam menyikapi persoalan ini. Menurutnya, keinginan untuk berubah menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang tertib dan aman dalam berkendara. Tanpa komitmen bersama, cita-cita menjadikan Pontianak sebagai kota yang nyaman dan selamat di jalan akan sulit tercapai.
Berdasarkan sejumlah kajian internasional, kemacetan menjadi satu dari lima persoalan utama di kota berkembang. Kemacetan berdampak pada kenyamanan pengguna jalan dan berpengaruh terhadap standar keselamatan (quality safety) dalam sistem transportasi.
Syarif mendorong penerapan konsep “Zero Laka” melalui sinergi antara penegakan hukum dan desain jalan yang lebih baik. Ia menilai pendekatan transportasi tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah kecelakaan terjadi, melainkan harus prediktif dan sistematis.
Selain itu, perhatian terhadap rambu-rambu dan marka jalan dinilai masih kurang. Minimnya edukasi membuat sebagian masyarakat tidak mematuhi tanda larangan, seperti parkir sembarangan di simpang jalan yang berpotensi menghalangi pandangan pengemudi lain dan memicu kecelakaan.
“Marka jalan seperti garis tidak terputus menandakan tidak boleh menyalip, tetapi sering diabaikan. Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat bergerak bersama membenahi sistem transportasi demi menciptakan keselamatan dan kenyamanan berkendara di Pontianak.
Baca juga: Pembangunan Outer Ring Road Solusi Atasi Kemacetan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....