Pangdam XII/Tpr Apresiasi Harmoni Cap Go Meh Singkawang

  • 03 Mar 2026 13:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang - Festival Cap Go Meh 2026 Singkawang berlangsung meriah dengan pengamanan ketat aparat gabungan TNI-Polri. Perayaan yang dipusatkan di Jalan Firdaus, depan Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa, 3 Februari 2026, dipadati ribuan warga dan wisatawan dari berbagai daerah.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto yang menandai dimulainya parade tatung, atraksi budaya yang menjadi ikon tahunan kota tersebut. Hadir dalam kegiatan itu Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Novi Rubadi Sugito bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tpr, Ny. Uya Novi Rubadi.

Pangdam menilai festival tersebut tidak sekadar agenda budaya, tetapi juga cerminan stabilitas sosial di wilayah Kalimantan Barat yang dikenal majemuk. “Festival ini bukan hanya seremoni, tetapi representasi harmoni dan keberagaman yang nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan festival menjadi indikator kuat terjaganya toleransi antarumat beragama dan antarsuku di daerah itu. Menurutnya, kondisi aman dan kondusif tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat serta kesiapan aparat dalam melakukan pengamanan.

“Kita ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Pangdam juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama festival berlangsung, mengingat tingginya mobilitas dan konsentrasi massa di pusat kota. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan sekecil apa pun, serta mengajak warga segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan.

“Predikat kota toleran harus dibuktikan melalui sikap saling menghormati dan menjaga ketertiban bersama,” ujarnya.

Festival Cap Go Meh di Singkawang selama ini dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar di Indonesia, dengan parade tatung sebagai daya tarik utama. Atraksi tatung yang menampilkan simbol keberanian dan tradisi akulturasi budaya menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi serta pengamanan terpadu, perayaan tahun ini diproyeksikan menjadi momentum penguatan citra Singkawang sebagai kota wisata budaya yang aman dan inklusif.

Baca juga: Cap Go Meh: Puncak Perayaan Imlek dan Semangat Shio Kuda

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....