Travel Umrah Kalbar Pantau Konflik Timur tengah
- 03 Mar 2026 10:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Penyelenggara ibadah umrah di Kalimantan Barat terus memantau situasi keamanan dan jadwal penerbangan di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya konflik akibat agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pimpinan Cabang HMB Kalimantan Barat, Rafli Maulana Al Anshori, mengatakan pihaknya mengikuti arahan Kementerian untuk melakukan pemantauan perkembangan situasi yang berpotensi berdampak pada perjalanan jemaah.
“Dari arahan Kementerian Haji Indonesia memang disuruh pantau situasi di Timur Tengah. Saat ini banyak jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dan sedang melaksanakan rangkaian ibadah umrah sesuai jadwal,” ujar Rafli.
Rafli menjelaskan, sejumlah rombongan dilaporkan tertahan di Bandara Jeddah maupun Bandara Madinah akibat penutupan bandara di Arab Saudi. Kondisi ini membuat sebagian jemaah belum dapat kembali ke Indonesia.
“Beberapa rombongan tidak bisa pulang karena penutupan bandara. Untuk tiket internasional masih bisa kita klaim atau reschedule melalui maskapai,” kata Rafli.
Namun demikian, travel mengalami kerugian pada tiket domestik yang tidak terintegrasi dalam satu penerbangan langsung atau tidak check through, seperti rute Jakarta–Pontianak maupun Kuala Lumpur–Pontianak.
“Kalau tiket domestiknya tidak satu paket, itu sudah pasti hangus dan menjadi kerugian bagi travel,” ucap Rafli.
Selain kepulangan jemaah, travel umrah di Kalbar juga masih memiliki agenda keberangkatan umrah akhir Ramadan dan umrah Syawal yang telah dirancang sejak beberapa bulan lalu dan sebagian besar jemaahnya telah penuh serta tiket telah diterbitkan.
Rafli berharap situasi di Timur Tengah segera kondusif agar seluruh agenda umrah dan persiapan musim haji yang diperkirakan dimulai sekitar dua bulan lagi dapat berjalan sesuai rencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....