Cap Go Meh: Puncak Perayaan Imlek dan Semangat Shio Kuda

  • 01 Mar 2026 17:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Cap Go Meh (CGM) dalam bahasa Tionghoa berarti malam ke-15, menjadi puncak rangkaian perayaan Imlek. Setelah itu, masyarakat Tionghoa kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam rangkaian ini, Ritual buka mata naga mengawali Festival Cap Go Meh di Pontianak.

Selama momentum CGM 2577 di Kota Pontianak, masyarakat menyemarakkan festival dengan arakan naga, kembang api, mercon, dan makan besar bersama keluarga. Suasana meriah menyelimuti jalan-jalan dan pusat keramaian.

Tradisi malam sebelum kembali ke perantauan dikenal dengan Co Cot, di mana keluarga berkumpul menikmati kebersamaan serta hidangan spesial warisan leluhur.

“Petani setelah CGM mulai menanam padi yang sebelumnya sudah disemaikan, sehingga saat selesai CGM sudah masuk usia tanam di sawah,” jelas Andreas Acui Simanjaya, Pemerhati Masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat, Minggu, 1 Maret 2026.

Pemerhati Masyarakat Tionghoa Kota Pontianak, Andreas Acui Simanjaya partisipasi langsung dalam rangkaian CGM 2577 di Kota Pontianak (Foto : Andreas Acui Simanjaya)

Momentum CGM juga diwarnai doa di tempat ibadah masing-masing, sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap tradisi keagamaan keluarga.

Tahun ini masyarakat merayakan Tahun Shio Kuda dengan unsur api, yang menurut Andreas melambangkan energi, semangat, dan aura positif bagi semua.

“Makna Tahun Kuda tahun ini adalah semua akan berkembang dengan baik, penuh semangat, dan membawa peluang baru bagi masyarakat,” imbuh Andreas.

CGM bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen memperkuat kebersamaan keluarga, menjaga tradisi, serta meneguhkan nilai budaya lokal yang terus hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....