Solusi Dishub Kota Pontianak Mengatasi Kemacetan

  • 25 Feb 2026 11:37 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak- Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi merupakan tumpuan aktivitas baik perekonomian, kemasyarakatan, sosial dsb. Mobilitas yang tinggi otomatis terjadi pada masyarakat pengguna transportasi darat, sehingga mengakibatkan kemacetan. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kota Pontianak berusaha memberikan solusi dalam mengatasi isu kemacetan yang terjadi.

“Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi segala tumpuan aktivitas perekonomian, kemasyarakatan, social dsb. Pasti bertumpunya di salah satu ibukota dengan jumlah kendaraan di Kalbar sekitar 3,5 juta, 27% nya berada di kota Pontianak. Sisanya di bagi di beberapa Kabupaten. Data korlantas pada 26 januari, terdapat 980 ribu kendaraan,”ujar H. Yuli Trisna Ibrahim, ST., MT, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak saat “Indonesia Menyapa” di pro 1 RRI Pontianak Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Trisna, permasalahan kemacetan di kota Pontianak disebabkan rendahnya koneksivitas dan akses antar wilayah yang dipisahkan oleh sungai. “Isu strategis Kota Pontianak ada 2, pertama kaitan rendahnya konectivitas dan accessibility antar wilayah. Karena kita ketahui Pontianak itu dipisahkan oleh sungai Kapuas dan landak,” ujar Trisna.

Bagi masyarakat, jembatan merupakan salah satu akses penghubung antar kedua wilayah selain feri penyeberangan. “Aksesnya harus melalui jembatan. Begitu ada kendala, masalah, ada sumbatan atau tundaan dan sebagainya, itu menganggu semua lalu lintas.

Lebih lanjut Trisna menambahkan, masalah isu strategis kota Pontianak lainnya, yakni terjadinya kemacetan di momen “Peak Hour”. “Macet lalulintas pada jam jam puncak (peak hour). Pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada,” kata Trisna.

Kemacetan tidak terlepas dari banyaknya volume dan pertumbuhan jumlah kendaraan di kota Pontianak. “Data dari expedisi PT. Fajar Bahari, 1 bulan kendaraan roda 2 masuk container 22 ribu, hanya satu merk belum merk lain. Kendaraan mobil, masuk ke kota Pontianak satu bulan sekitar 4500,” imbuh Trisna.

Untuk mengatasi kemacetan yang terjadi, Dinas perhubungan kota Pontianak melakukan konsep strategi push and pull. “Dari sisi institusi, sudah saatnya kita mulai konsep strategi push and pull bagaimana mendorong dan mengajak masyarakat untuk beralih dari moda transportasi pribadi menjadi penggunaan moda transportasi masal,” ucap Trisna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....