Mendobrak Tabu Menstruasi: Memberi Ruang untuk Tubuh dan Suara Perempuan

  • 24 Feb 2026 08:36 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Isu kesehatan perempuan kembali menjadi perhatian menjelang peringatan International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret mendatang, termasuk pentingnya mengetahui dan mendobrak tabu seputar menstruasi. Selama ini, pembahasan mengenai menstruasi kerap dianggap sensitif sehingga membatasi ruang perempuan untuk menyuarakan pengalaman dan kebutuhan tubuhnya.

"Jadi, untuk kita bisa melihat suara perempuan dan bagaimana sih tubuh kita bisa didengar. Kita akan masuk mengenai membongkar tabu menstruasi, karena kondisinya sampai hari ini menstruasi sering banget dianggap tabu, bahkan ketika kita mau ngomongin bahwa kita sedang haid itu diganti dengan kata-kata atau diksi tertentu. Kenapa sih harus disembunyikan? Dan itu masih tertanam kuat banget sampai hari ini di budaya kita di Indonesia," ujar Ovy Novakarti, Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak pada siaran Ngobras di Pro 1 RRI Pontianak edisi Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia turut menyoroti bahwa sebenarnya hal tersebut dapat terbangun karena adanya stigma dalam masyarakat yang melihat bahwa menstruasi itu sebagai hal aib. Senada dengan Ovy, hal yang sama juga disampaikan oleh Desca Thea Purnama yang juga merupakan Dosen Sosiologi FISIP Untan Pontianak. Bahwa menstruasi merupakan sesuatu faktor biologis yang alami yang ada di tubuhnya perempuan dan hal itu merupakan hal yang wajar.

"Kalau kita lihat menstruasi itu selalu dianggap tabu dalam konteks masyarakat. Seakan-akan menstruasi itu hanya miliknya si perempuan. Ada satu tokoh yang mengatakan bahwa tubuh itu tidak netral secara sosial. Ketika kita melihat menstruasi dilihat dalam konteks biologisnya tetapi kita lupa bahwa di masyarakat menstruasi, terutama tubuh perempuan itu sering dianggap sebagai suatu konteks sosial, yang mana ketika kita lihat tubuh itu dimaknai, diawasi, dan dilabeli," ujar Desca.

Persoalan menstruasi yang hingga kini masih kerap dianggap tabu sesungguhnya bukan hanya menyangkut perempuan, tetapi juga melibatkan peran laki-laki dalam membangun pemahaman yang lebih terbuka dan sehat. Keterlibatan laki-laki dinilai penting untuk menghapus stigma, mendukung edukasi kesehatan reproduksi, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan empatik.

"Sebagai laki-laki, apalagi yang sudah menikah berumah tangga ya. Kita harus paham, kita harus bisa memahami perempuan setiap bulan ada kondisi dan saat-saat tertentu yang memang nggak bisa ditolak. Nah, kita sebagai laki-laki yang harus paling tidak ya menghargai, menghormati, dengan cara kita harus tahu kondisinya seperti apa, minimal kalaupun kita nggak bisa bantu, ya kita nggak usah ngejek atau bercandain ketika memang kondisinya seperti itu. Syukur-syukur ya kita bisa bantu, kita tanya kebutuhannya apa? Apakah perlu ruangan khusus kah? Atau mau sendiri kah? Atau mau dibawain apakah?" ujar Anggun Pria Wibowo, selaku Dosen Pembangunan Sosial FISIP Untan menambahkan sudut pandang sisi pria.

Host dan para narasumber dari FISIP Untan Pontianak (Foto: Dokumentasi Ovy)

Sejumlah komunitas di Kota Pontianak akan menggelar berbagai kegiatan menarik dalam rangka menyambut peringatan International Women’s Day. Agenda tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan ekspresi untuk mengangkat isu perempuan sekaligus memperkuat peran komunitas dalam mendorong kesetaraan dan partisipasi publik. Momentum ini dinilai tepat untuk mendorong keterbukaan informasi serta memberi ruang bagi tubuh dan suara perempuan agar lebih dihargai dalam kehidupan sosial.

"Jadi, nanti untuk menyongsong acara Internasional Women's Day, kita akan ada acara bedah buku dan diskusi film di salah satu cafe di Kota Pontianak. Untuk acara IWD-nya kita akan bertempat di Sekolah Cerlang," kata Ovy menjelaskan event mendatang.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kegiatan tersebut dapat mengakses akun resmi Instagram panitia penyelenggara di @wistara.hub. Melalui platform tersebut, seluruh rangkaian agenda dan detail acara akan diperbarui secara berkala. Diharapkan, kegiatan ini mampu menjaring partisipasi anak-anak muda di Kota Pontianak untuk terlibat dalam diskusi yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Baca juga: Mood Sering Berubah saat Menstruasi? Ketahui Penyebabnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....