Harga Komoditi Naik, Akademisi: Jangan Panik!

  • 23 Feb 2026 11:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan), Ibnu Aswat menyebut kenaikan harga komoditas pasar masih tergolong wajar, dan masyarakat tidak perlu panik. Ia mengatakan kenaikan harga komoditas pangan memang biasa terjadi jelang hari - hari besar, seperti Ramadhan.

"Kalau menurut saya, ini lumrah terjadi apalagi mendekati bulan puasa ditambah lagi dengan Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa, ini memungkinkqn terjadinya permintaan pasar yang tinggi. Kemudian ditambah kelangkaan stok pasar," jelas Ibnu di Pontianak, Senin, 23 Februari 2026.

Ia melanjutkan, Ketika dua hal yaitu permintaan dan stok di pasar yang menipis, itu memungkinkan terjadinya kenaikan harga komoditi. Ibnu berujar, masyarakat harus tetap tenang dan tidak perlu panik dengan kenaikan harga bahan pokok, seperti harga bawang merah di Pasar Flamboyan yang meroket hamper menyentuh harga Rp100 ribu per kilogram jelang Ramadhan.

"Kenaikan ini sifatnya hanya sementara, paling hanya dua atau tiga hari saja. Tetapi kalau masyarakat merespon dengan kepanikan, itu kenaikannya bisa terus terjadi dan berkepanjangan," ucap Ibnu.

Karena tadi, lanjut Ibnu, permintaan yang meningkat, kemudian ketersediaan yang terbatas, sehingga mengakibatkan harga cabe tetap di angka 100 ribuan. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan adanya kenaikan harga.

"Terbukti, setelah kenaikan kenarin, saat ini saya cek harganya sudah mulai turun di angka 60 atau 70 ribu, sudah mulai stabil," ujar Ibnu.

Di sini ia melihat peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk merespon kenaikan harga komoditi. Menurutnya, salah satu peran pemerintah adalah mengendalikan harga dengam melakukan operasi pasar.

"Apabila harga pasar sudah menunjukkan anomali atau kenaikan yang cukup tinggi, pemerintah harus bisa menyediakan stok yang nantinya akan mengakibatkan harga kembali stabil," tutur Ibnu, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....