Akademisi Untan: Bonus Demografi Jadi Peluang Emas
- 19 Feb 2026 09:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan), Meiran Panggabean menegaskan bahwa bonus demografi merupakan peluang emas bagi suatu negara untuk melesat dalam pembangunan ekonomi. Kondisi ini terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif, yakni 15–64 tahun, berada dalam jumlah yang besar.
Menurut Meiran, sejarah menunjukkan banyak negara berhasil memanfaatkan momentum tersebut untuk mencapai kemajuan pesat. Dia mencontohkan Jepang yang mulai merasakan bonus demografi sejak dekade 1960-an. Hal serupa juga dialami Korea Selatan pada tahun 1970-an yang mampu memanfaatkan bonus demografi untuk menjadi negara maju.
Ia menjelaskan, Indonesia sendiri telah memasuki era bonus demografi sejak 2020. Artinya, pada 2026 ini momentum tersebut sudah berjalan sekitar enam tahun. Masa ini, kata dia, tidak berlangsung selamanya karena hanya terjadi sekali dalam siklus kependudukan suatu negara.
“Bonus demografi itu tidak akan terulang dan terjadi satu kali dalam siklus kependudukan,” katanya kepada RRI di Pontianak, Kamis, 19 Februari 2026.
Meiran mengingatkan bahwa tanpa kesiapan kualitas sumber daya manusia, lapangan kerja, serta kebijakan ekonomi yang tepat, bonus demografi bisa berbalik menjadi masalah sosial. Penduduk usia produktif yang tidak terserap pasar kerja berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.
Ia menambahkan, konsekuensi jangka panjangnya bisa lebih serius. Ketika generasi produktif hari ini memasuki usia tua tanpa kesejahteraan yang cukup, negara akan menghadapi lonjakan penduduk miskin lanjut usia.
Pemerintah harus segera memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pendidikan demi mencetak sumber daya manusia yang sangat kompetitif. Keberhasilan dalam mengelola potensi besar penduduk usia produktif ini nantinya akan menjadi kunci utama bagi kemajuan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....