Kabut Asap Semakin Pekat, Polres Kubu Raya Bagikan Masker

  • 17 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Polres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bergerak cepat merespons penurunan kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa hari terakhir.

Dengan semakin pekatnya kondisi kabut asap, jajaran Polres Kubu Raya membagikan sebanyak 750 pieces masker secara gratis kepada pengendara dan warga yang melintas di kawasan strategis. Selasa, 17 Februari 2026.

Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di Pos Pelayanan Operasi Liong Kapuas 2026, Jalan Mayor Alianyang, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan ini dilaksanakan atas instruksi langsung dari Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Langkah preventif ini diambil mengingat indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang mulai menunjukkan tren tidak sehat akibat asap kiriman dari titik api Karhutla di beberapa titik.

"Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan kondisi udara yang dipenuhi partikel asap, risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat tajam. Pembagian masker ini adalah upaya proteksi dini bagi warga," kata Kapolres.

Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa pembagian masker ini sengaja dilakukan di Pos Pelayanan Operasi Liong Kapuas karena merupakan urat nadi lalu lintas yang padat.

"Hari ini kami membagikan 750 masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Tujuannya untuk meminimalisir dampak buruk kualitas udara yang menurun akibat asap Karhutla," kata Ade.

Ade menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi barang, melainkan bentuk edukasi agar masyarakat kembali sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Namun, jika harus keluar, wajib menggunakan masker standar kesehatan agar terhindar dari sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya," ujar Ade, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....