Pendidikan Keluarga Jadi Dasar Menanamkan Toleransi
- 17 Feb 2026 09:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak- Penasehat Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Rudy Leonard, menegaskan bahwa nilai toleransi dalam budaya Tionghoa berakar dari pendidikan dasar dalam keluarga, terutama sejak anak masih kecil. Menurutnya, terdapat falsafah yang menekankan bahwa pendidikan harus diberikan tanpa membeda-bedakan, karena pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga.
“Ada satu kata bijak dalam pendidikan, yakni pendidikan tanpa perbedaan. Anak dididik pertama kali oleh orang tua. Jika di keluarga tidak diajarkan nilai yang baik, maka ketika terjun ke masyarakat akan sulit membangun hubungan yang harmonis,” ujarnya saat menjadi narsumber Dialog Ruang Terbuka dengan tema Membangun Harmoni Suku dan Agama di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Pontianak, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, penghormatan kepada orang tua menjadi prinsip utama yang dijaga secara kuat hingga saat ini. Nilai tersebut dinilai sebagai fondasi penting sebelum seseorang belajar menghormati orang lain di masyarakat.
“Bagaimana kita bisa menghormati orang lain kalau tidak diajarkan menghormati orang tua. Dari situlah dasar kita hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.
Rudy berharap nilai-nilai pendidikan keluarga tersebut terus dipertahankan agar masyarakat di Pontianak tetap hidup dalam semangat toleransi dan kebersamaan sebagai bagian dari Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....