Forum Komunitas Hijau Dorong Warga Peduli Lingkungan Sekitar

  • 14 Feb 2026 17:36 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pontianak terus mendorong gerakan kepedulian lingkungan melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas komunitas. Hal tersebut disampaikan Ketua FKH, Vivi, bersama pengurus FKH, Rian, saat hadir dalam program Topik Serba Ada (Toserba) di Studio Pro 2 Pontianak, Jumat, 13 Februari 2026.

Vivi menjelaskan FKH terbentuk pada akhir tahun 2020 sebagai wadah bersama komunitas peduli lingkungan di Kota Pontianak. Pembentukan forum ini bermula ketika Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak mengumpulkan berbagai komunitas yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri agar bersatu dalam satu forum kolaborasi.

Di bawah naungan FKH terdapat beragam komunitas dengan latar belakang berbeda, mulai dari bank sampah, akademisi, hingga komunitas seni dan budaya. Seluruh komunitas tersebut menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui edukasi, kampanye, dan aksi langsung di masyarakat.

Rian yang berasal dari Earth Hour Pontianak menjelaskan komunitasnya fokus pada kampanye penghematan energi dan gaya hidup ramah lingkungan. Ia menilai kolaborasi dalam FKH membuat pesan yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lebih kuat dan berdampak luas.

Vivi mengungkapkan kegiatan terbaru FKH dilakukan dengan turun langsung ke lingkungan warga dan sekolah. “Terakhir kami berangkat ke RW-RW yang ada di Kota Pontianak. Jadi, lebih ke kami mensosialisasikan dan beraksi bersama mereka seputar pemeliharaan lingkungan, pemilahan sampah, juga ke sekolah-sekolah yang punya label Adiwiyata,” katanya.

Selain edukasi, FKH juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui pendekatan kepada pelaku usaha. Setelah kegiatan bersama DLH, FKH menyambangi retail di Kota Pontianak untuk mendorong masyarakat berbelanja tanpa kantong plastik.

“Sekarang, FKH mendorong Dinas Lingkungan Hidup pergi ke coffeshop atau resto di Kota Pontianak untuk menggunakan wadah yang nilainya punya harga di pasaran pengepul dan pemulung,” ujar Vivi. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi sampah sekaligus memberi nilai ekonomi bagi para pemulung.

Saat ini sekitar 30 komunitas tercatat aktif dalam kegiatan FKH, meskipun jumlah yang terlibat dapat lebih banyak saat aksi lapangan berlangsung. Vivi berharap kepedulian lingkungan dimulai dari rumah dengan kebiasaan memilah sampah, sementara Rian menegaskan, “Harapannya anak muda harus lebih berperan daripada baperan,” sebagai ajakan agar generasi muda menjadi inisiator perubahan menuju lingkungan berkelanjutan."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....