Aksi Nyata Mahasiswa FISIP Untan Bangun Desa Bakau

  • 11 Feb 2026 17:41 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sambas – Aktivitas di Desa Bakau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, tampak berbeda selama tiga hari terakhir. Bukan hanya karena adanya kegiatan pembangunan fisik, melainkan karena semangat kebersamaan antara mahasiswa dan warga desa yang tumbuh begitu kuat dalam program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) kolaboratif dari mahasiswa Pascasarjana FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak pada Jumat hingga Minggu, 6-8 Februari 2026.

Sebanyak 11 mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik FISIP terlibat langsung dalam kegiatan ini, yakni Hijrah Akbar, Nesya Putri, Ratih Inri, Daffa Putra, Kariana Noviana, Hangga Taqwa, M. Masshaumi, Reni Puji, Teri Teguh, Wulandari, dan Aswandi. Program dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Sudirman, M.Si dan dimonitor oleh Dr. Erdi, M.Si, dengan dukungan penuh perangkat desa serta partisipasi aktif masyarakat.

Kegiatan difokuskan di lima dusun: Bakti, Sadar, Karya, Seradi, dan Seradi Selatan. Mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi juga membangun kerja bersama warga. Empat agenda utama dijalankan dengan memadukan pembangunan fisik dan edukasi. Di antaranya pembuatan papan nama dusun permanen untuk mempertegas identitas wilayah, revitalisasi Surau Al-Ikhlas melalui pengecatan dan pembersihan, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai kecermatan dalam memilih dan membeli makanan serta minuman.

Ketua kelompok PPM, Hijrah Akbar, menuturkan bahwa pendekatan partisipatif menjadi roh utama kegiatan. Menurutnya, pembangunan akan lebih berkelanjutan ketika masyarakat terlibat sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kami ingin kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjadi bagian dari proses bersama warga. Harapannya, dampak kegiatan ini tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memperkuat modal sosial dan kemandirian masyarakat Desa Bakau,” ujarnya.

Suasana gotong royong mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Warga tampak terlibat dalam kerja bakti, berdiskusi dalam sesi penyuluhan, hingga bersama-sama merawat fasilitas yang telah diperbaiki. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa yang efektif tumbuh dari kolaborasi, bukan berjalan sepihak.

Gotong royong mahasiswa dan warga perkuat identitas dusun serta edukasi pangan di Desa Bakau (Foto: Mahasiswa Pengabdian FISIP Untan)

Program PPM ini sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa pascasarjana di Desa Bakau memperlihatkan peran kampus sebagai mitra strategis desa, menghadirkan pendekatan ilmiah yang berpadu dengan kearifan lokal. Melalui kolaborasi ini, Desa Bakau tidak hanya mendapatkan sentuhan pembangunan, tetapi juga penguatan kesadaran kolektif bahwa kemajuan desa adalah hasil kerja bersama.


Baca juga: Anak Muda Pontianak Tanam 350 Bibit Mangrove

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....