OSO: MABT Perkuat Kerukunan Antarsuku
- 11 Feb 2026 16:49 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua Dewan Kehormatan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Oesman Sapta Odang (OSO), menilai keberadaan MABT menjadi wadah strategis dalam memperkuat komunikasi serta mempererat hubungan persahabatan antarsuku bangsa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan OSO saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus MABT Indonesia periode 2025–2030 yang digelar di Pontianak, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurutnya, penunjukan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah pelantikan mencerminkan kuatnya nilai keberagaman di daerah tersebut. OSO mengatakan Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah yang mampu menerima berbagai suku bangsa dengan tetap menjunjung nilai persatuan yang berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. Ia menilai semangat tersebut selaras dengan tujuan pembentukan MABT.
“Kalimantan Barat telah menerima berbagai suku bangsa dengan harapan tetap berpegang pada anggaran dasar organisasi dan Undang-Undang Dasar 1945,” katanya saat diwawancarai oleh media usai pelantikan.
Ia menambahkan, berbagai program dan langkah yang dijalankan MABT selama ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi, persahabatan, serta memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat yang majemuk.
OSO juga menyampaikan rencana MABT Indonesia yang akan menjadikan Kalimantan Barat sebagai salah satu pusat pengembangan budaya Tionghoa. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran nilai budaya sekaligus mempererat hubungan antarbudaya.
“Yang terpenting adalah menjaga kerukunan kesukuan di daerah ini maupun di mana pun kita berada. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang positif,” ujarnya.
Terkait perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan Ramadan, OSO menilai fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan justru menunjukkan harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Ia menyebut perayaan hari besar keagamaan yang berdekatan menjadi momentum untuk saling menghormati dan memperkuat kebersamaan.
“Perayaan Imlek dan Ramadan memang bisa saja berdekatan karena perputaran waktu. Namun semuanya tetap bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan,” ucapnya.
OSO berharap seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang latar belakang suku dan agama, dapat terus menjaga persatuan dan keharmonisan. Menurutnya, nilai kebersamaan menjadi kunci utama dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.
Baca juga: Persiapan Cap Go Meh Pontianak Capai 100 Persen
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....