Membangun Ekosistem K3 dan K2 yang Kolaboratif
- 26 Jan 2026 22:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memperingati Bulan K3 Nasional 2026, sinergi antara K2 dan K3 menjadi poin krusial demi menjaga keamanan masyarakat sekaligus pekerja. Prisma Asmara Yudha, Manager UP2D Kalbar – PT PLN (Persero), menegaskan kolaborasi kedua aspek ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.
Prisma menjelaskan fokus utama K2 adalah memastikan keselamatan instalasi listrik agar tidak membahayakan masyarakat umum di sekitar area ketenagalistrikan. Di sisi lain, penerapan K3 secara disiplin menitikberatkan pada perlindungan kesehatan dan keselamatan para pekerja saat mereka melaksanakan tugas di lapangan.
K2 atau Keselamatan Ketenagalistrikan merupakan upaya untuk memastikan sistem dan instalasi listrik tetap aman, baik untuk pekerja, maupun untuk masyarakat, pelanggan, aset, dan lingkungan. Listrik memang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain juga berpotensi berbahaya apabila tidak dikelola dengan standar keselamatan yang tepat.
Prisma menyebutkan beberapa isu umum yang sering dijumpai di masyarakat, seperti pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik, benda asing seperti layang-layang yang mengenai jaringan, korsleting akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak terawat, serta pekerjaan bangunan yang dilakukan di dekat jaringan listrik tanpa pengamanan.
Menurut Prisma, K2 sangat berkaitan dengan keselamatan ketenagalistrikan yang melibatkan masyarakat umum. Sementara itu, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) lebih menitikberatkan pada keselamatan dan kesehatan pekerja.
“Harapan saya adalah menjaga dan memperkuat budaya K3 di seluruh lingkungan UP2D Kalbar agar capaian zero accident dapat terus dipertahankan. Dengan zero accident, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lancar tanpa gangguan maupun kerugian akibat kecelakaan kerja,” ujar Prisma dalam perbincangan di Pro 1 RRI Pontianak, Senin 26 Januari 2026.
Momentum Bulan K3 Nasional ini diharapkan tidak berhenti hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai langkah nyata untuk memperkuat sistem, meningkatkan pembinaan, dan memperbaiki pelayanan K3 secara berkelanjutan. “Karena sekali lagi, tidak ada yang lebih berharga daripada jiwa manusia,” kata Prisma.
Pesan untuk masyarakat, Prisma juga mengimbau agar kegiatan yang dilakukan di dekat jaringan PLN harus lebih berhati-hati. “Selain memberikan listrik yang andal, kami juga butuh bantuan dari masyarakat untuk sebisa mungkin hindari kegiatan yang kurang aman di dekat jaringan kami. Jika hendak melakukan kegiatan yang kurang aman, sebaiknya dikomunikasikan dengan pihak PLN terlebih dahulu untuk dicek keamanannya,” ucapnya, seraya menyontohkan pemasangan baliho atau pembangunan rumah yang bisa membahayakan jaringan.
Prisma juga menegaskan PLN tidak melarang hobi layangan, tetapi mengimbau agar permainan layang-layang tidak dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik karena bisa menyebabkan pemadaman listrik. “Jika pemadaman listrik meluas, masyarakat Kalimantan Barat juga yang merasakannya,” ujar Prisma.
Baca juga: Tim Gabungan Aparat Gencar Razia Layangan Gelasan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....