BMKG: Jeda Hujan Januari Bukan Musim Kemarau
- 19 Jan 2026 14:18 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio memastikan kondisi tanpa hujan selama sepuluh hari terakhir di Kalimantan Barat bukan merupakan tanda masuknya musim kemarau.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, menjelaskan secara klimatologis curah hujan biasanya mulai menurun pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pada tahun 2026 kondisi tersebut terjadi lebih awal, yakni sejak Januari.
“Untuk tahun 2026 ini memang terjadi lebih maju ke Januari. Kami mencatat sudah sekitar sepuluh hari tidak terjadi hujan. Ini masih dalam kategori fluktuasi iklim yang normal,” kata Sutikno Senin, 19 Januari 2026.
Ia menegaskan, jeda hujan selama beberapa hari tidak dapat dikategorikan sebagai musim kemarau. Menurutnya, syarat terjadinya musim kemarau adalah tidak adanya hujan minimal 30 hari berturut-turut.
BMKG juga mencatat periode kering yang lebih panjang secara umum baru terjadi pada bulan Juli hingga September. Sementara kondisi saat ini masih berupa jeda hujan yang diperkirakan akan kembali terjadi dalam beberapa periode ke depan.
Terkait banjir rob, Sutikno menyebutkan bahwa fenomena tersebut memang biasa terjadi pada November, Desember, hingga Januari dan masih perlu diwaspadai.
“Namun, dalam beberapa hari terakhir, genangan yang terjadi sudah tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.
BMKG memprediksi saat ini memasuki puncak supermoon, namun dampaknya terhadap ketinggian genangan tidak sebesar sebelumnya. Ia mencontohkan pada 8 Desember 2025 lalu, genangan cukup tinggi akibat kombinasi pasang laut, angin kencang, dan kondisi cuaca.
Sutikno juga menyampaikan hujan diperkirakan kembali terjadi pada Februari, namun dengan intensitas yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi di sejumlah wilayah.
Baca juga: Hadiri Wisuda Santri, Wagub Kalbar Tekankan Pentingnya Pendidikan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....