Gen Z Antara Eksis, FOMO, dan Kesehatan
- 24 Nov 2025 19:35 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Siaran malam Pro 2 Pontianak, program Kita Indonesia menghadirkan obrolan santai namun sarat wawasan bersama dua perwakilan muda dari relawan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat, Enjelina dan Rahma. Dalam obrolan yang dipandu penyiar Pro 2, Anwar, keduanya berbagi pandangan seputar fenomena “eksis” di media sosial, kesehatan fisik, hingga isu kesehatan mental dan stunting yang masih menjadi tantangan di masyarakat.
Melalui acara dengan topik "Eksis Sehat dan Mental" tersebut, Angelina dan Rahma yang sama-sama berusia 22 tahun ini, mengaku baru beberapa bulan bergabung dengan PKBI, namun sudah aktif terjun dalam kegiatan sosial termasuk mendampingi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Mereka menilai aktivitas sosial membuat anak muda lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dalam program yang disiarkan pada Rabu lalu, 13 November 2025 tersebut, keduanya mengungkap sisi lain dari generasi muda yang kerap dianggap haus validasi. Menurut Enjelina, eksis di media sosial tidak selalu bermakna negatif dan justru dapat menjadi ruang mengekspresikan jati diri dan membangun personal branding.
“Eksis itu sebenarnya wadah untuk menampakkan jati diri. Tidak selalu soal validasi, tapi juga cara kita menunjukkan siapa kita,” ujar Enjelina.
Rahma memiliki pandangan serupa, namun menekankan kecenderungan generasi muda yang mudah terjebak FOMO. “Anak muda sekarang sukanya ikut-ikutan. Mereka upload kegiatan sehari-hari, enggak mau ketinggalan dari hal-hal baru,” katanya.
Keduanya juga membahas kebiasaan membuat first dan second account di media sosial. “Di first account itu jaim. Tapi di second, itu aslinya gue. Lebih nyaman berbagi sama yang benar-benar dekat,” ucap Rahma sambil tertawa.
Sementara itu, isu kesehatan ikut diangkat, mulai dari kesehatan mental hingga stunting yang masih tinggi di Indonesia. Sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Rahma menegaskan bahwa stunting bukan hanya dimulai dari balita, melainkan sejak ibu mengandung. “Calon ibu yang anemia atau kurang energi kronik bisa berisiko melahirkan anak stunting,” ujarnya.
Enjelina yang menempuh pendidikan psikologi tersebut menambahkan bahwa kesehatan fisik dan mental tidak bisa dipisahkan. “Dua-duanya penting dan saling terkait. Kalau pikiran kacau, aktivitas pun bisa berantakan,” katanya.
Perbincangan semakin menarik ketika keduanya diminta pendapat soal fenomena kesurupan. Rahma menjawab dari sisi ilmiah, “Kesurupan itu belum tentu soal makhluk halus. Bisa saja berasal dari faktor psikologis, seperti stres yang diluapkan secara tiba-tiba,” katanya.
Obrolan yang juga disiarkan live di kanal Youtube Pro 2 Pontianak tersebut, ditutup dengan candaan ringan antara penyiar dan dua narasumber muda itu, namun tetap membawa pesan penting, bahwa generasi muda hari ini menghadapi banyak dinamika, dan memahami diri sendiri, baik secara fisik, mental, maupun sosial, adalah langkah awal menuju generasi yang lebih sehat dan berdaya.
Baca juga: Anak Muda di Pusaran Dampak Media Sosial
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....