Pantun Hari Sumpah Pemuda

  • 28 Okt 2025 14:44 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Setiap tanggal 28 Oktober, kita merayakan hari yang menjadi tonggak bersejarah bangsa yakni hari Sumpah Pemuda. Ini bukan sekadar libur nasional, melainkan pengingat akan janji suci yang dirajut oleh pemuda 97 tahun silam. Mari kita telaah kembali, mengapa ikrar ini begitu penting, dan bagaimana ia harus bergema di era digital kita.

Untuk memahami kedalamannya, kita harus kembali ke tahun 1928. Saat itu, nusantara terbagi dalam sentimen kedaerahan yang kuat. Ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan lainnya. Perjuangan masih bersifat parsial, belum terpadu. Para pemuda visioner ini sadar, perlawanan harus disatukan. Maka, berkumpullah mereka dalam sebuah hajatan besar di Batavia, yang kita kenal sebagai Kongres Pemuda II. Puncaknya, pada 28 Oktober 1928, lahirlah tiga ikrar sakral yang secara fundamental mengubah cara pandang masyarakat terjajah terhadap diri mereka sendiri:

Kini, 97 tahun lebih berlalu. Kita tidak lagi berjuang melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan disinformasi, intoleransi, dan krisis identitas. Lalu, bagaimana generasi z dan milenial memaknai sumpah pemuda. Tentu jawaban ada pada kita sendiri, misalnya warnai media sosial kita dengan pantun yang isi kontennya mengingatkan dan mengajak semua masyarakat untuk selalu ingat dengan Sumpah Pemuda. Seperti pantun di bawah ini yang ditulis Mak Keribang yang merupakan pegiat pantun.

Pagi Hari Makan Papeda,

Jalan Ke Danau Melihat Angsa,

Selamat Hari Sumpah Pemuda,

Pemuda Tangguh Harapan Bangsa.

Para Pejuang Rela Berkorban,

Darah dan Keringat Mengucur di Badan,

Dulu Berjuang Untuk Kemerdekaan,

Sekarang Berjuang Untuk Kesejahteraan.

Jangan melamun Naik Sepeda,

Nanti Jatuh Hingga Terluka,

Bangun Bersama Pemudi Pemuda,

Indonesia Bersatu Maju dan Jaya Mak Keribang.

Air Mengalir Sampai Perbukitan,

Bukit Bebatuan Candi Prambanan,

Pemuda Hadir Membangun Peradaban,

Menjaga Persatuan di Garda Terdepan.

Adinda Terkasih Cantik Sekali,

Hatinya Baik Selalu Berbakti,

Pemuda Biasa Mengukir Janji,

Pemuda Sejati Memberi Bukti.

Baca juga: Membumikan Semangat Sumpah Pemuda di Sekolah dan Kampus

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....