Kemenkeu, BI, OJK, LPS, Edukasi Like It Mahasiswa

  • 03 Okt 2025 10:13 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kolaborasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan menggandeng ratusan mahasiswa dalam kegiatan Like It. Kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) yang diikuti 250 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi di Pontianak ini dipusatkan di gedung Konferensi Ruang Teater Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak pada Kamis (2/10/2025).

Like It mengusung tema Generasi Muda Paham Investasi: Pilar Ekonomi Masa Depan. Kegiatan ini menghadirkan Financial Planner sekaligus TikTokers Albertus Axel yang memberikan informasi dan tips Investasi untuk para generasi muda khususnya di usia 20 tahunan.

Direktur Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Arief Rachman, mengatakan jumlah investor pasar modal Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 18 juta investor. 80 persennya dari jumlah tadi adalah generasi muda.

"Data ini menunjukkan bahwa generasi muda sudah mulai sadar akan pentingnya berinvestasi. Namun, kesadaran itu harus dibarengi dengan pemahaman yang tepat agar mereka tidak salah langkah dalam mengelola keuangannya. Kegiatan Like It ini menjadi wadah yang sangat baik untuk membekali anak-anak muda Pontianak dengan ilmu dasar investasi, sehingga mereka bisa menjadi pilar ekonomi masa depan Indonesia," ujar Arief.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya menekankan bahwa literasi keuangan tidak hanya berbicara soal investasi, tetapi juga tentang perilaku bijak dalam mengelola keuangan, terutama di era digital.

"Kami selalu mengingatkan anak muda untuk berhati-hati terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal maupun judi online (judol). Apalagi pinjol, karena saat ini teknologi memudahkan tawaran pinjaman instan hingga fasilitas paylater. Kalau tidak hati-hati, ini bisa menjerat mereka dalam jeratan utang," ujarnya.

Ia menambahkan, permintaan SLIK online (Sistem Layanan Informasi Keuangan) saat ini cukup tinggi karena menjadi syarat dalam banyak hal, termasuk Perusahaan yang membuka lapangan kerja, ada yang mensyaratkan hal tersebut.

"Penggunaan paylater yang tidak bijak akan sangat memengaruhi kualitas SLIK seseorang. Jadi, anak muda harus cerdas, jangan sampai penggunaan pinjol atau paylater justru merugikan masa depan mereka," ucapnya.

Menurutnya, kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) menjadi wadah tepat bagi generasi muda untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh: bukan hanya bagaimana berinvestasi dengan benar, tetapi juga bagaimana menghindari jebakan keuangan digital yang berisiko.

Financial Planner sekaligus TikTokers Albertus Axel mengingatkan para mahasiswa untuk berani menantang diri dengan mencatat setiap pengeluaran bulanan.

"Teman-teman harus mulai disiplin mencatat pengeluaran. Ini penting karena dari sana kita bisa melihat cerminan perilaku spending kita. Banyak yang tidak sadar sudah menghabiskan uang hanya untuk jajan atau belanja online, bahkan ada yang bisa sampai Rp12 juta sebulan tanpa disadari," ujarnya.

Lebih lanjut, Axel menekankan bahwa sebelum mulai berinvestasi, generasi muda perlu menentukan tujuan finansialnya terlebih dahulu.

"Misalnya, ada yang ingin menabung untuk melanjutkan S2. Tujuan itu akan menentukan instrumen investasi yang tepat. Selain itu, perhatikan juga masalah likuiditas: berapa lama dana bisa ditahan, serta kondisi keuangan kita saat ini. Ingat, high risk high return, jadi setiap orang harus tahu seberapa besar toleransi psikologinya terhadap volatilitas pasar. Jangan sampai FOMO, pelajari dulu sebelum terjun," katanya, menegaskan.

Sebagai contoh, Axel menyebut bahwa investasi logam mulia tetap relevan meskipun kerap dianggap kuno. "Logam mulia bisa jadi pilihan bagi yang ingin aman dan stabil. Kalau punya profil risiko moderat, bisa juga mencoba saham-saham blue chip yang bagus," ucapnya.

Irfani Hendri, Wakil Rektor Untan Pontianak sangat mengapresiasi kegiatan Like It. Menurutnya kolaborasi dari Kemenkeu, BI, OJK dan LPS ini memberikan banyak pengetahuan untuk mahasiswa sehingga bisa menjadi bekal mereka dalam memulai berinvestasi sejak dini dan memilih instrument investasi yang tepat.

Baca juga: OJK Gandeng Kowani Jadi Duta Literasi Keuangan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....