Bulog Kalbar Telah Salurkan 33 Ton Beras SPHP

  • 31 Agt 2025 14:10 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar, Dedi Aprilyadi, menjelaskan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan melalui pasar tradisional, koperasi, TNI/Polri, Gerakan Pangan Murah, instansi pemerintahan, hingga ritel modern. Program ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga beras premium di pasaran mengalami kenaikan, bahkan sempat menghilang.

“Stok beras di gudang Bulog saat ini relatif aman dalam beberapa bulan ke depan, dengan total 16.500 ton. Jika per bulan disalurkan 4.000 ton, masih ada cadangan untuk enam bulan ke depan,” terang Dedi, Sabtu (30/8/2025).

Selain stok lokal, Bulog Kalimantan Barat (Kalbar) juga mendapat dukungan tambahan dari Kanwil Bulog provinsi lain, seperti Sulawesi Selatan, untuk memperkuat ketersediaan pasokan beras di Kalbar.

Mengutip siaran pers di laman resmi Perum Bulog pada 26 Agustus 2025, penyaluran harian beras program SPHP pada 25 Agustus 2025 mencapai lebih dari 8 ribu ton yang didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga beras di tingkat konsumen. Sepanjang tahun 2025, penyaluran beras SPHP telah mencapai lebih dari 259 ribu ton.

Data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan harga beras medium pada minggu ketiga Agustus 2025 mulai mengalami tren penurunan di sebagian besar wilayah Indonesia. Penurunan harga tercatat di 196 kabupaten/kota dengan rata-rata harga beras medium turun dari Rp14.332/kg pada minggu kedua menjadi Rp14.239/kg pada minggu ketiga Agustus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....