Bupati Sujiwo Terima Kunjungan Uskup Agung Pontianak

  • 27 Agt 2025 13:31 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Kubu Raya: Bupati Kubu Raya, Sujiwo menerima kunjungan dari Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus di Kantor Bupati, Selasa (26/8/2025). Sujiwo mengatakan kunjungan Mgr. Agustinus demi memberi semangat dan motivasi kepada pemerintah Kubu Raya dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dengan baik.

"Yang paling utama adalah sebagai pesan untuk menjaga persatuan dan menjaga kerukunan antaretnis dan antarumat beragama," kata Sujiwo.

Terkait dengan hal izin pembangunan gereja di Desa Kapur beberapa waktu lalu yang sudah selesai. Sujiwo menegaskan saat ini pemerintah memberikan pengawasan dan pemantauan. Ia menyebut apa yang dilakukan itu adalah wujud memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila sesuai dengan sumpah jabatan yang diucapkan.

"Semua yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, saya harus turun tangan termasuklah masalah kemarin. Masalah pembangunan gereja. Kebetulan saja kemarin pembangunan gereja. Tapi kalau persoalan yang bertentangan dengan konstitusi kita, umat Islam, umat Kristen, umat Hindu, Konghucu, Buddha, pasti saya akan turun tangan," tegasnya.

Sujiwo berpesan kepada masyarakat terutama yang berkaitan langsung dengan masalah ini agar bersatu dan harus bersama-sama mewujudkan yang namanya Bhinneka Tunggal Ika.

"Kerukunan dan keharmonisan iru adalah sebuah keniscayaan. Suatu keharusan yang kita wujudkan karena modal utama membangun bangsa adalah persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Mgr. Agustinus saat ditemui mengatakan bahwa seorang Bupati sangat menentukan situasi dan kondisi suatu daerah yang ia pimpin. Menyangkut umat, untuk terus berjuang dan bekerja agar cita-cita adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

"Saya berterima kasih kepada Bupati untuk penyelesaian kasus kemarin, saya juga berterima kasih kepada kelompok masyarakat yang ingin menegakkan keadilan dan kedamaian," ujar Mrg. Agustinus.

Sebagai tokoh Katolik, ia ingin menyampaikan bahwa perlu menegakkan keadilan, toleransi, dan menghargai kebhinnekaan. Untuk menjalankan itu, tentu tidak dengan kekerasan, apalagi negara Indonesia adalah negara hukum.

"Saya pesankan kepada umat Katolik, karena pemerintah sudah turun tangan dan sudah selesai, ya sudah. Dimana pun konflik seperti ini sering terjadi. Maka kedatangan saya ke sini juga untuk mengatakan kepada Bupati, kami tidak ada masalah. Untuk itu saya berterima kasih kepada Pak Bupati," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....