Kain Tenun Sambas Eksis di Internasional

  • 20 Jun 2025 19:40 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Sambas: Kain tenun Sambas kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam gelaran Osaka Expo 2025 pada April lalu, Tenun Sambas terpilih sebagai salah satu dari tiga tenun terbaik yang mewakili Indonesia. Karya unggulan ini dipilih langsung oleh Cita Tenun Indonesia (CTI) untuk tampil di ajang bergengsi tersebut, memperkenalkan kekayaan budaya tekstil Kalimantan Barat kepada dunia.

Pada pameran tersebut, dua motif tenun Sambas yang diangkat adalah Motif Tabur Tiga Suku dan Motif Kelopak. Keduanya merupakan simbol keberagaman dan harmoni budaya di Kabupaten Sambas, yang tercermin dalam desain serta teknik penenunan yang rumit namun penuh makna.

Ketua Koperasi Rantai Mawar, Nurlela, dalam dialog “Mozaik Indonesia” di RRI Sambas menyampaikan bahwa keterlibatan tenun Sambas di Osaka Expo merupakan bagian dari perjalanan panjang dan konsisten kain tenun ini dalam meraih pengakuan dunia.

“Tenun Sambas bukan hanya karya tradisi, tapi sudah menjadi representasi kekuatan budaya yang diakui dunia. Dipamerkannya motif kita di Osaka menunjukkan bahwa hasil kerja keras para penenun mampu berdiri sejajar dengan budaya global,” ujar Nurlela, Jumat (20/6/2025).

Tak hanya tampil di Osaka, tenun Sambas juga telah mengukir sejumlah prestasi internasional, di antaranya:

Penghargaan dari UNESCO (2012) atas kontribusi dalam pelestarian budaya wastra Indonesia.

Penghargaan dari World Craft Council (WCC) pada 2014 sebagai kerajinan unggulan Asia.

Penghargaan "Best of the Best" UNESCO 2024, untuk produk tenun inovatif yang menggabungkan benang katun dengan serat bambu alami, menunjukkan keberhasilan adaptasi antara warisan tradisi dan inovasi ramah lingkungan.

Pada 2025 ini, produk tenun Sambas juga memperoleh Bintang Dua Nasional dalam program One Village One Product (OVOP), menjadikannya salah satu produk desa terbaik se-Indonesia.

Sekretaris Koperasi Rantai Mawar, Mutia, menambahkan bahwa pencapaian ini harus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk lebih mencintai produk budaya sendiri.

“Anak muda harus bangga memakai tenun Sambas, apalagi dunia sudah memberi pengakuan. Tidak ada salahnya menjadikan tenun sebagai identitas sehari-hari atau bahkan karier. Regenerasi penenun sangat penting agar tradisi ini terus hidup,” ujarnya.

Tenun Sambas kini tak hanya menjadi simbol adat dan kearifan lokal, tapi juga menjadi salah satu produk unggulan yang memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....