Sumber Mata Air Tersembunyi di Parit Mayor Pontianak

  • 11 Okt 2024 14:21 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Di tengah kesibukan kawasan Parit Mayor, terdapat sebuah tempat yang menyimpan cerita masa lalu, yaitu Kolam Teduh, yang lebih dikenal dengan sebutan Kolam Susu. Kolam ini dulunya menjadi sumber air utama bagi warga sekitar, dengan airnya yang jernih dan menyegarkan.

Kolam Susu terletak secara administratif di RT 05 RW 02, Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Parit Mayor, Pontianak Timur. Nama ‘Kolam Susu’ muncul karena terinspirasi oleh sebuah lagu populer di masa itu.

Kolam Susu berukuran cukup besar, dengan panjang 84 meter dan lebar 28 meter. Sedangkan, kedalaman kolam mencapai 2 meter.

“Tak banyak orang tahu, hanya masyarakat asli Parit Mayor yang mengetahui keberadaan kolam ini,” ujar Annaruddin, pengelola Kolam Susu, saat ditemui oleh Tim RRI Pontianak di Kantor Lurah Parit Mayor pada Rabu (9/10/2024).

Haris Haji Hasan, satu-satunya penggali kolam yang masih ada, menceritakan bahwa kolam ini tidak pernah kering meskipun digunakan oleh banyak orang. Dulu, Kolam Susu ini menjadi tempat mandi bagi warga. Namun, seiring berjalannya waktu, kolam ini hanya digunakan untuk keperluan konsumsi air minum, terutama ketika kemarau panjang melanda dan air Sungai Kapuas tercemar air laut.

“Dulu laki-laki, perempuan, dan anak-anak suka bergabung ngumpul main dan mandi,” kata Pak Haris.

Satu di antara penggali Kolam Susu, Haris Haji Hasan (Foto: Gulista Qisra/Mahasiswa Magang IAIN Pontianak)

Haris juga menceritakan proses pembuatan Kolam Susu pada 52 tahun yang lalu. Sebelumnya, kolam dengan air berwarna biru itu merupakan tanah lapang milik M. Sood.

“Dulu Bapak [M. Sood] tu ngumpolkan orang-orang buat gali tanah tu, termasoklah saye yang jadi penggali dari awal sampai selesai,” kata Haris dengan logat Melayu Pontianak.

Dia juga menceritakan betapa susahnya saat menggali kolam. Karena di zaman dulu saat pembuatan kolam dilakukan secara manual dengan mengandalkan kekuatan fisik, belum canggih seperti sekarang.

“Gali pakai galian tanah, sampai nyelam ke bawah untuk gali bagian bawah,” ucap Haris.

Saat melihat foto Haris yang sedang menggali Kolam Susu, terlihat badannya kekar seperti biragawan. Berbanding terbalik dengan kondisinya sekarang, yang sudah kurus dan keriput termakan usia.

Haris bercerita bahwa dulu puluhan orang yang mengerjakan pembangunan Kolam Susu, semakin lama banyak yang tidak mampu karena harus menyelam. Sampai akhirnya sisa lima orang termasuk Haris yang menyelesaikan pembuatan kolam.

“Hingga kini, kolam yang merupakan warisan dari M. Sood ini dirawat dan dikelola oleh keluarganya,” katanya.

Suasana penggalian Kolam Susu pada tahun 1971 (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Lurah Parit Mayor Erni Agustin Ningsih juga tertarik dengan sejarah Kolam Susu. Erni berencana untuk mengajukan Kolam Susu kepada pemerintah Kota Pontianak agar dapat kelola dan dilestarikan.

“Saya ingin mengajukan kepada pemerintah terkait peninggalan ini dengan berkomunikasi bersama ahli waris agar bisa melalukan kerja sama dalam upaya melestarikan Kolam Susu ini dan banyak dikenal oleh masyarakat luar,” katanya. (Liputan Gulista Qisra/Mahasiswa Magang IAIN Pontianak)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....