Ustazah Suzanna: Mantapkan Hati di Penghujung Ramadan
- 19 Mar 2026 15:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Hari ke-25 Ramadan 1447 Hijriah lalu, program Ramadan Vaganza menghadirkan segmen “Berkahnya Ramadan” yang mengangkat tema Mantapkan Hati Menyambut Bulan Kemenangan, Minggu, 15 Maret 2026. Dipandu oleh Fatih, segmen ini menghadirkan Ustazah Suzanna, S.E yang memberikan refleksi mendalam tentang makna kemenangan sejati dalam Islam, khususnya di penghujung bulan suci Ramadan.
Dalam pemaparannya, Ustazah Suzanna menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan pengendalian diri. “Ramadan disebut bulan kemenangan karena di sinilah manusia dilatih untuk menang melawan hawa nafsunya,” katanya.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Menurutnya, kemenangan tidak otomatis diraih oleh semua orang yang berpuasa.
“Banyak orang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Ini menjadi pengingat bahwa puasa harus diiringi dengan pengendalian diri secara menyeluruh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan tiga kunci untuk memantapkan hati menyambut Idulfitri. Pertama adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah, sehingga seluruh aktivitas bernilai ibadah.
Kedua, meningkatkan kualitas ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta memperbanyak doa, khususnya di sepertiga malam. Ketiga, menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri yang berkelanjutan.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Harapannya, setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqamah,” katanya, menambahkan.
Menanggapi fenomena menurunnya semangat ibadah di akhir Ramadan karena kesibukan persiapan Lebaran, Ustazah Suzanna mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi. “Kembali lagi ke niat. Kalau hati sudah mantap, maka kita akan tetap menjaga ibadah tanpa mengesampingkan urusan dunia,” ucapnya.
Di akhir segmen, ia menegaskan bahwa makna kemenangan sejati bukan terletak pada pakaian baru atau kemeriahan Lebaran, melainkan pada keberhasilan menjaga perubahan diri setelah Ramadan. “Bukan bajunya yang baru, tapi diri kita yang menjadi lebih baik. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Ustaz Fery Yanto: Memaafkan Itu Kewajiban, Bukan Pilihan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....