Ustaz Fery Yanto: Memaafkan Itu Kewajiban, Bukan Pilihan
- 19 Mar 2026 15:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Segmen “Berkahnya Ramadan” dalam program Ramadhan Vaganza RRI Pontianak edisi Sabtu, 14 Maret 2026 atau bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 Hijriah, menghadirkan tausiyah bersama Ustaz Fery Yanto, M.Pd. Dipandu oleh host Fitri, kajian ini mengangkat tema “Dahsyatnya Memaafkan” sebagai bagian penting dalam pembentukan akhlak seorang muslim.
Dalam pemaparannya, Ustaz Fery Yanto menjelaskan bahwa memaafkan bukan hanya sekadar anjuran, melainkan kewajiban dalam ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa konsep saling memaafkan telah ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya meraih ampunan Allah SWT.
“Konsep maaf memaafkan dalam Islam itu sebetulnya adalah suatu kewajiban. Maka hendaklah kita saling memaafkan dan berlapang dada,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun terdengar sederhana, praktik memaafkan dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada kemampuan manusia dalam mengelola hati dan emosi, terutama ketika merasa disakiti.
“Kalau memaafkan itu mudah diucapkan, tapi pengamalannya sulit. Apalagi ketika kita merasa benar atau tidak merasa bersalah,” ucapnya.
Ustaz Fery juga mencontohkan teladan dari Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok pemaaf, bahkan kepada orang-orang yang pernah menyakiti dan memusuhinya. Sikap tersebut, menurutnya, menjadi gambaran ideal bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sosial.
“Rasulullah itu sangat mudah memaafkan, bahkan kepada orang yang mencelakai beliau. Itu yang harus kita teladani,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa memaafkan dan meminta maaf sama-sama memiliki keutamaan di sisi Allah SWT. Namun, dalam praktiknya, meminta maaf seringkali menjadi hal yang lebih sulit dilakukan karena berkaitan dengan ego dan perasaan manusia.
“Dua-duanya mulia, tapi biasanya yang lebih berat itu meminta maaf. Apalagi kalau kita tidak merasa bersalah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sikap tidak mau memaafkan atau mendiamkan orang lain dalam waktu lama bukanlah hal yang dianjurkan dalam Islam. Sebaliknya, umat dianjurkan untuk segera menyelesaikan persoalan dengan hati yang lapang.
“Tidak ada batasan dalam memaafkan. Bahkan mendiamkan orang lain terlalu lama itu tidak baik,” katanya, menegaskan.
Di akhir tausiyah, Ustaz Fery Yanto mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum melatih hati agar lebih mudah memaafkan, dengan cara melihat kebaikan orang lain dan menekan ego pribadi.
“Kalau kita biasakan melihat kebaikan orang lain, insyaallah hati kita akan lebih mudah memaafkan. Semoga Ramadan ini menjadikan kita pribadi yang lebih lapang dada,” kata Fery mengakhiri penjelasannya.
Baca juga: Nostalgia Dunia Siaran, Ririe dan Bunsen Bone Ungkap Perjalanan Karier
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....