Nostalgia Dunia Siaran, Ririe dan Bunsen Bone Ungkap Perjalanan Karier

  • 19 Mar 2026 14:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Program Ramadhan Vaganza RRI Pontianak edisi Sabtu, 14 Maret 2026 atau bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 Hijriah menghadirkan obrolan hangat bersama dua penyiar senior, Ririe dan Bunsen Bone. Dipandu oleh host Naufal, Fitri, dan Ibeng, perbincangan berlangsung santai namun penuh cerita inspiratif tentang dunia penyiaran radio.

Dalam sesi tersebut, Ririe menceritakan awal perjalanannya di dunia radio yang berangkat dari seorang pendengar setia. Ia mengaku sering berinteraksi melalui telepon sebelum akhirnya dilirik dan direkrut menjadi penyiar di RRI Pontianak.

“Awalnya saya pendengar, sering telepon-telepon, dari situ mungkin dilihat potensinya lalu diajak bergabung,” ucap Ririe.

Sementara itu, Bunsen Bone berbagi kisah perjuangannya yang tidak langsung mulus. Ia sempat gagal saat pertama kali mengikuti seleksi penyiar, sebelum akhirnya berhasil bergabung beberapa tahun kemudian.

“Saya pernah daftar tapi tidak lolos. Baru di 2005 coba lagi dan akhirnya diterima,” katanya.

Keduanya juga mengenang masa-masa awal menjadi penyiar yang penuh tantangan, termasuk kondisi minimnya jumlah penyiar hingga harus siaran dalam durasi panjang dengan fasilitas yang terbatas.

“Dulu kami siaran bisa berjam-jam, bahkan pernah hanya dua orang penyiar yang mengisi hampir satu hari penuh,” ujar Ririe.

Tak hanya itu, mereka juga mengungkapkan bahwa honor yang diterima pada masa awal tergolong kecil. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat karena didorong oleh kecintaan terhadap dunia siaran.

“Kalau ditanya kenapa bertahan, ya karena cinta. Passion kita memang di sini,” kata Bunsen.

Dalam perbincangan tersebut, keduanya juga menyoroti kedekatan penyiar dengan pendengar di masa lalu yang dinilai sangat kuat. Interaksi langsung hingga kegiatan off-air membuat hubungan terasa lebih personal.

“Dulu pendengar itu dekat sekali, bahkan sampai datang ke studio, bawa kartu, kirim salam, itu jadi kebahagiaan tersendiri,” kenang Ririe.

Menanggapi perkembangan zaman, Ririe dan Bunsen mengakui bahwa dunia radio kini telah mengalami banyak perubahan, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan media sosial yang mempermudah akses informasi.

“Sekarang lebih mudah karena teknologi sudah canggih. Dulu kita harus cari referensi ke koran atau majalah,” ucap Bunsen.

Di akhir perbincangan, keduanya berharap generasi penyiar saat ini tetap menjaga semangat dan kualitas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi radio sebagai media komunikasi yang dekat dengan masyarakat.

Baca juga: Berkahnya Ramadan Bahas Pentingnya Menjaga Nilai Iman dan Takwa

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....