Kepala Kemenag Pontianak Tekankan Hakikat Penyucian Diri

  • 18 Mar 2026 00:03 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ruslan, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada penutupan Pesantren Ramadan bagi warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA pada Minggu, 15 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ruslan menekankan bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan suci, namun perjalanan hidup terkadang diwarnai keraguan yang menjauhkan diri dari Sang Pencipta. Ia mengajak para warga binaan menjadikan momentum Ramadan ini sebagai sarana untuk kembali mensucikan diri dan memperbaiki arah hidup di masa depan.

Ruslan menyampaikan bahwa setiap anak Adam pasti pernah melakukan kesalahan, namun sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. "Atas nama Kantor Kemenag, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pembinaan ini. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik sebagai unsur pemerintah maupun sebagai orang tua, untuk memastikan anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh," ujarnya. Ia meyakini bahwa setiap upaya pembinaan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam membimbing generasi muda di LPKA.

Kepala LPKA Kelas IIA, Irwan, secara resmi menutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga minggu tersebut. Irwan berpesan agar ilmu dan kajian yang telah didapat tidak berhenti setelah program berakhir, melainkan harus terus dipelajari dan dipraktikkan sebagai bekal setelah keluar dari bulan Ramadan. “Saya berpesan jangan sampai ilmu yang sudah didapat berhenti sampai di sini saja. Teruslah belajar dan mengasah diri karena perjalanan kalian masih panjang,” ujar Irwan.

Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah serta sertifikat kepada para pemenang lomba azan, lomba bercerita kisah Nabi, dan lomba hafalan surah pendek. Kantor Kemenag Kota Pontianak berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak psikologis dan spiritual yang mendalam bagi warga binaan dalam menata kembali masa depan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....