Dewan Penghibur Rakyat Berbagi Perjalanan Musik di Ramadan Vaganza

  • 17 Mar 2026 00:14 WIB
  •  Pontianak

Program Ramadan Vaganza RRI Pontianak edisi Rabu, 11 Maret 2026 /21 Ramadan 1447 Hijriyah, menghadirkan obrolan santai bersama grup hiburan Dewan Penghibur Rakyat (DPR). Dipandu host Naufal, Dipa, dan Anwar, para personel DPR berbagi cerita tentang perjalanan mereka membangun kelompok hiburan yang kini mulai dikenal di berbagai panggung acara di Pontianak.

Dalam kesempatan tersebut, para personel memperkenalkan diri kepada pendengar dan penonton Ramadan Vaganza. Figo, Madan, dan Calik berperan sebagai MC sekaligus pengisi karaoke, sementara Valhud bertugas sebagai DJ yang mengatur musik selama penampilan mereka.

Madan menjelaskan bahwa kelompok Dewan Penghibur Rakyat terbentuk pada tahun lalu berawal dari ide sederhana untuk menghadirkan hiburan di tengah suasana keramaian masyarakat.

“Awalnya dari momen saja. Waktu itu suasana lagi ramai, kami berpikir kenapa tidak membuat hiburan yang bisa dinikmati orang-orang di sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, ide tersebut kemudian berkembang setelah mereka melihat antusiasme masyarakat terhadap hiburan yang mereka tampilkan di berbagai acara.

Menurut Valhud, masing-masing personel DPR memiliki latar belakang dan pasar penggemar yang berbeda sehingga membuat kelompok ini memiliki daya tarik tersendiri.

“Kami punya pasar masing-masing. Ada yang dari dunia DJ, ada yang aktif di media sosial, ada juga yang dikenal di komunitas hiburan,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, DPR mulai sering tampil di berbagai acara hiburan dan konser di Pontianak, termasuk menjadi pengisi acara pembuka dalam beberapa event musik.

Meski awalnya dibentuk secara spontan, para personel mengaku optimistis kelompok ini dapat berkembang lebih besar.

“Kami sedang menyiapkan single pertama. Mudah-mudahan lancar dan bisa diterima masyarakat,” ucsp Madan.

Mereka berharap karya tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan hiburan mereka, tidak hanya di Pontianak tetapi juga hingga tingkat nasional.

“Kami ingin dikenal dulu di kota sendiri, baru kemudian dikenal lebih luas,” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....