Jejak Budaya Ramadan: Tradisi Unik Nusantara saat Hari ke-21
- 11 Mar 2026 08:12 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memasuki hari ke-21 Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menjalani 10 malam terakhir yang diyakini sebagai waktu untuk lebih giat beribadah dan mencari Lailatul Qadar. Di berbagai daerah, momen ini juga diwarnai oleh tradisi budaya khas Nusantara. Berikut beberapa tradisi yang biasanya dilakukan saat Ramadan memasuki hari ke-21 di berbagai daerah Indonesia:
1. Malam Tumbilotohe – Gorontalo
Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo dilakukan pada malam ke-21 hingga akhir Ramadan.
Masyarakat menyalakan lampu minyak atau lampion di halaman rumah, jalan, dan masjid. Cahaya lampu ini melambangkan penerangan untuk menyambut malam-malam penuh berkah pada 10 hari terakhir Ramadan.
2. Malam Likuran – Jawa Tengah & Yogyakarta
Di daerah Yogyakarta dan Surakarta terdapat tradisi Malam Selikuran (malam ke-21).
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Kirab atau arak-arakan lampion
- Pembagian nasi berkat kepada masyarakat
- Doa bersama di keraton dan masjid
Tradisi ini melambangkan kesiapan masyarakat memasuki malam-malam istimewa Ramadan.
| Baca juga: Kisah Ramadan di Perantauan |
3. Nyorog – Betawi (Jakarta)
Masyarakat Betawi di Jakarta memiliki tradisi Nyorog, yaitu berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat.
Walaupun biasanya dilakukan menjelang Ramadan atau menjelang Idulfitri, pada 10 malam terakhir kegiatan berbagi makanan kembali dilakukan untuk mempererat silaturahmi.
4. Maleman – Madura
Di Madura terdapat tradisi Maleman yang dilakukan pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Masyarakat menyalakan pelita atau obor di depan rumah sebagai simbol harapan mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
5. Meugang Ramadan Akhir – Aceh
Di Aceh ada tradisi Meugang, yaitu memasak dan membagikan daging kepada keluarga dan tetangga.
Tradisi ini bisa dilakukan menjelang Ramadan maupun menjelang Idulfitri, termasuk pada akhir Ramadan sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
Hari ke-21 Ramadan di Indonesia bukan hanya menjadi momen peningkatan ibadah seperti i’tikaf, tadarus, dan sedekah, tetapi juga diperkaya oleh tradisi budaya daerah seperti lampion, pelita, kirab, hingga berbagi makanan. Tradisi-tradisi ini memperlihatkan bagaimana nilai Islam berpadu dengan budaya Nusantara dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....