Digital Detox di Bulan Ramadan, Cara Sederhana Kurangi Ketergantungan HP
- 10 Mar 2026 17:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Program Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) membahas pentingnya digital detox di bulan Ramadan bersama narasumber Ade dari FirstWeb. Dialog yang dipandu oleh Salma pada Senin, 9 Maret 2026 ini menghadirkan diskusi mengenai cara mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital dalam keseharian.
Ade menjelaskan bahwa digital detox merupakan upaya untuk mengurangi atau membatasi aktivitas dengan perangkat digital seperti handphone, laptop, maupun komputer. Menurutnya, momentum Ramadan bisa menjadi waktu yang tepat untuk menata ulang kebiasaan sehari-hari agar lebih seimbang antara aktivitas digital dan ibadah.
“Digital detox berarti mengurangi atau membatasi aktivitas kita dengan perangkat digital seperti handphone, laptop, atau komputer,” kata Ade saat dihubungi melalui Zoom Meeting dalam program tersebut. Ia menilai pengendalian penggunaan gawai penting agar seseorang tetap fokus pada aktivitas utama.
Ia juga menyoroti tingginya durasi penggunaan gawai di kalangan remaja di Indonesia. Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk berhadapan dengan handphone bisa mencapai enam hingga tujuh jam dalam satu hari.
Ade mengakui bahwa dirinya juga kerap menggunakan media sosial untuk mengisi waktu luang. Namun, ia menilai penting untuk tetap mengontrol penggunaan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas lain. “Saya juga suka scroll media sosial, tapi harus dibatasi karena sering tidak terasa waktu sudah lama berlalu,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Ade membagikan cara sederhana yang ia lakukan untuk membatasi paparan digital selama Ramadan. “Dalam bulan Ramadan, saya biasakan 30 menit sebelum sahur tidak membuka handphone, setelah salat juga tidak memegang handphone, dan sebelum maupun sesudah berbuka saya mencoba tidak membuka handphone,” kata Ade.
Ade juga menceritakan pengalamannya melakukan digital detox ketika sedang menyelesaikan skripsi. Ia mengurangi penggunaan media sosial selama sekitar satu setengah bulan agar bisa lebih fokus menyelesaikan tugas akhirnya. “Pertama kita bisa kecanduan, kedua kita lupa menikmati waktu yang ada, dan ketiga bisa muncul rasa kecemasan,” ujarnya mengenai dampak terlalu sering menggunakan media sosial.
Meski demikian, Ade menekankan bahwa digital detox tidak harus dilakukan secara langsung secara total. “Kalau sudah digital detox, perubahan yang dirasakan biasanya lebih mudah fokus, waktu terasa lebih panjang, dan kita jadi lebih produktif,” katanya. Ia menambahkan, digital detox juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur serta berdampak positif pada kehidupan spiritual di bulan Ramadan.
Baca juga: Menjalani Ramadan di Perantauan, Rindu Jadi Kekuatan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....