Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan yang Dinanti Umat Muslim di Bulan Ramadan

  • 10 Mar 2026 15:37 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Bulan Ramadan selalu menghadirkan momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam yang dikenal sebagai Malam Kemuliaan atau Malam Ketetapan ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa dan menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meraih pahala yang berlipat ganda.

Dalam ajaran Islam, Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Keistimewaan ini membuat banyak umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah, terutama pada penghujung bulan Ramadan.

Selain dikenal karena nilai ibadahnya yang sangat besar, Lailatul Qadar juga memiliki makna historis yang penting. Pada malam inilah wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menjadi awal dari turunnya kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.

Keutamaan lainnya adalah diyakini bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Malaikat Jibril juga turun bersama para malaikat lainnya untuk mengatur berbagai urusan dan mendoakan orang-orang yang beribadah dengan penuh keikhlasan.

Meski begitu, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak pernah diketahui secara pasti. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Karena itulah, banyak umat Muslim meningkatkan ibadah pada periode tersebut dengan melakukan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Sejumlah hadis juga menggambarkan tanda-tanda yang diyakini muncul saat Lailatul Qadar terjadi. Malam tersebut biasanya terasa tenang dengan udara yang sejuk, tidak terlalu panas maupun dingin. Selain itu, pada pagi harinya matahari disebut terbit dengan cahaya yang lebih redup dan tidak menyilaukan. Orang-orang yang beribadah pada malam itu juga kerap merasakan ketenangan batin yang mendalam.

Karena waktu pastinya dirahasiakan, para ulama menyarankan agar umat Muslim memaksimalkan ibadah pada seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadan. Dengan begitu, peluang untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar menjadi semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....