Sembako Murah pada Operasi Pasar untuk Warga Kurang Mampu jelang Idulfitri
- 09 Mar 2026 10:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Idulfitri 1447 H. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah, yang kali ini menyasar warga di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Senin, 9 Maret 2026.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu menjaga daya beli masyarakat. Amirullah menyebutkan bahwa khusus untuk Kecamatan Pontianak Utara, pemerintah menyediakan sekitar 1.800 paket sembako bersubsidi.
"Alhamdulillah, pantauan kami di lapangan antrean warga sangat tertib. Kami menyediakan sekitar 1.800 paket dan insya Allah jumlah ini mencukupi untuk kebutuhan warga di sini," ujar Amirullah.
Paket yang dijual terdiri dari sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasar karena adanya subsidi dari skema Corporate Social Responsibility (CSR) mitra pemerintah.
Amirullah mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang terlibat, mulai dari BUMD, BUMN, hingga sektor swasta. Beberapa pihak yang terlibat aktif di antaranya Bank Kalbar, PDAM Tirta Khatulistiwa, Bank Pasar, Alfamart, Indomaret, hingga Tim Penggerak PKK Kota Pontianak.
"Kolaborasi ini tujuannya untuk membantu daya beli warga. Sebagian harga barang disubsidi melalui CSR perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan harga yang terkendali, kita berharap muaranya adalah inflasi yang tetap terjaga," ucapnya.
Prioritas bagi Warga Kurang Mampu
Agar bantuan tepat sasaran, Pemkot Pontianak menitikberatkan penyaluran kupon kepada warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya yang berada pada kategori Desil 1 hingga Desil 4.
"Kami mengarahkan agar operasi pasar ini benar-benar dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan atau yang masuk dalam kategori desil rendah sesuai arahan pemerintah pusat," kata Sekda.
Menyikapi fenomena kenaikan harga akibat hukum penawaran dan permintaan (supply and demand) menjelang hari raya, Amirullah meminta masyarakat untuk mengubah perilaku belanja. Ia menekankan agar warga tidak melakukan aksi borong atau menimbun stok barang yang berlebihan.
"Kenaikan harga sering terjadi karena permintaan meningkat drastis sementara suplai tetap. Kami minta masyarakat bijak, belanjalah sesuai kebutuhan normal saja. Jika semua tenang dan tidak menumpuk barang, stok akan selalu tersedia dan harga tetap stabil," katanya, mengakhiri.
Baca juga: Wagub Kalbar Buka Operasi Pasar Murah Kayong Utara