Ramadan Jadi Momentum Berlomba Memperbaiki Akhlak

  • 05 Mar 2026 20:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk berlomba-lomba memperbaiki akhlak. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Ratna Dwi Tania dalam program Ramadan Vaganza PRO 2 RRI Pontianak, Kamis 05 Maret 2026.

‎Ratna menjelaskan bahwa ajaran Islam sangat menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 148 yang mengajak umat manusia untuk fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

‎Menurutnya, Nabi Muhammad SAW juga menegaskan bahwa salah satu tujuan utama beliau diutus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

‎"Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya," ujarnya.

‎Ia menambahkan, akhlak merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Ilmu yang tinggi tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan akhlak yang baik.

‎Menurut Ratna, seseorang bisa saja memiliki pendidikan tinggi hingga tingkat profesor, namun tanpa akhlak yang baik, penghargaan dari orang lain tidak akan datang secara tulus.

‎"Sebaliknya, ada juga orang yang mungkin tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi memiliki adab yang sangat baik. Orang seperti ini justru sering dihormati karena sikap dan perilakunya," kata Ratna.

‎Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah (habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas). Ibadah yang rajin, seperti salat, sedekah, dan membaca Al-Qur’an, harus sejalan dengan sikap baik kepada orang lain.

‎"Jangan sampai ibadah kita baik, tetapi ketika berinteraksi dengan orang lain justru bersikap sombong atau merendahkan orang lain," ucap Ratna, menjelaskan.

‎Memperbaiki akhlak bukanlah hal yang mudah karena seseorang harus mampu mengendalikan ego, amarah, dan hawa nafsu. Namun, Ratna mengingatkan bahwa salah satu bentuk akhlak mulia adalah membalas keburukan dengan kebaikan.

‎"Ketika ada orang yang berbuat tidak baik kepada kita, jangan dibalas dengan keburukan yang sama. Justru kita harus berusaha membalasnya dengan kebaikan. Itulah bentuk pengendalian diri dan akhlak yang baik," ujar Ratna.

‎Ia pun mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memiliki budi pekerti baik dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

‎"Sebagus apa pun ibadah kita, akhlak tetap menjadi ukuran penting, karena sebaik baiknya manusia adalah yang paling baik budi pekertinya, yang paling baik ‎adabnya, yang paling bermanfaat untuk manusia lain," tutur Ratna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....