Scroll Sosmed, Jangan Lupa Ibadah
- 04 Mar 2026 22:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Bulan Ramadan merupakan momentum istimewa bagi kaum muslimin untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ustadz Ari Sujarwono, S.H., M.H., menyampaikan, dalam sebuah hadis disebutkan, siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Pesan ini menjadi pengingat bahwa puasa bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah yang sarat makna dan keutamaan.
"Namun di era digital saat ini, tantangan menjalankan ibadah puasa semakin beragam. Sambil menunggu waktu berbuka, menanti salat, atau setelah sahur, tidak sedikit anak muda hingga orang tua yang menghabiskan waktu dengan menggulir layar gadget dan berselancar di media sosial," ujar Ustadz Ari, saat mengisi program Ramadhan Vaganza, Rabu, 4 Maret 2026.
Ustadz menambahkan, pada prinsipnya, menggunakan gadget bukanlah hal yang salah. Akan tetapi, jika dilakukan secara berlebihan hingga melalaikan kewajiban, hal tersebut tentu menjadi persoalan.
"Terlalu asyik membaca berita, menonton konten, atau bermain media sosial bisa membuat seseorang lupa waktu, bahkan lalai menunaikan salat," tuturnya.
Ia melanjutkan, terdapat pula hadis yang mengingatkan, betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus. Hal ini bisa terjadi ketika esensi puasa tidak dijaga, baik dari sisi ibadah maupun perilaku.
Ustadz mencontohkan, seseorang yang terlalu larut bermain gadget hingga ketiduran setelah sahur, lalu melewatkan salat Subuh, atau asyik berselancar di media sosial hingga melupakan salat Dhuha dan ibadah lainnya.
"Secara hukum lahiriah, puasanya mungkin tetap sah. Namun secara spiritual, ia bisa kehilangan nilai dan pahala yang seharusnya diperoleh," ucapnya.
Sangat disayangkan, kata Ustadz Ari, apabila hari-hari di bulan Ramadan justru habis untuk aktivitas yang kurang bermanfaat. Padahal, bulan suci Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah.
Bukan berarti umat Islam tidak boleh mencari kebutuhan Ramadan seperti hampers atau baju Lebaran. Aktivitas tersebut tetap diperbolehkan selama tidak melalaikan kewajiban utama. Kuncinya adalah pengaturan waktu dan prioritas.
"Usai menunaikan salat Tarawih, misalnya, waktu dapat dimanfaatkan untuk tadarus Al-Qur’an. Variasi kegiatan yang positif dapat dilakukan agar tidak jenuh, namun fokus utama tetap pada peningkatan ibadah," tutur Ustadz Ari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....