Menembus Ilusi Diri, Ramadan Momentum Taubatan Nasuha

  • 02 Mar 2026 15:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di sebuah sudut kawasan Siantan Jalan Gusti Situt Mahmud, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat gema tadarus Al-Qur'an sayup-sayup terdengar membelah sunyinya malam. Bagi Erwin Zulfikar, pria berusia 40 tahun ini, Ramadan kali ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga. Ia menyebutnya sebagai upaya "naik kelas".

"Tahun kemarin mungkin kita di kelas lima, tahun ini harus naik ke kelas enam," ujar Erwin dengan nada tenang, Senin, 2 Maret 2026.

Bagi warga asli Pontianak ini, esensi puasa telah bergeser dari sekadar kewajiban fisik menjadi perjalanan spiritual untuk meruntuhkan batasan-batasan yang dibuat oleh pikiran sendiri.

Erwin Zulfikar saat diwawancara di Masjid Jami' At Taqwa Jalan Gusti Situt Mahmud Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak Kalimantan Barat, Senin, 2 Maret 2026. (RRI/Muhammad Rokib)
Erwin Zulfikar saat diwawancara di Masjid Jami' At Taqwa Jalan Gusti Situt Mahmud Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak Kalimantan Barat, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)

Melawan Batas yang Semu

Erwin merefleksikan bagaimana manusia sering terjebak dalam "ilusi" ketidakmampuan. Banyak orang merasa tidak akan kuat berpuasa karena ketergantungan pada rokok atau rasa haus yang tak tertahankan. Namun, Ramadan membuktikan bahwa batasan itu hanyalah konstruksi mental.

"Ternyata setelah dijalani, ilusi-ilusi itu hanya lewat saja. Yang membatasi kita sebenarnya adalah diri kita sendiri. Momentum Ramadan ini adalah saatnya kita keluar dari ilusi yang kita buat sendiri itu," ucapnya.

Keseharian Erwin di bulan suci ini dipenuhi dengan pengabdian di masjid. Mulai dari buka puasa bersama, tarawih, tadarus, mengikuti kajian subuh, hingga qiyamul lail atau ibadah di tengah malam. Puncaknya terjadi saat jarum jam menunjukkan pukul 12 malam. Di saat kebanyakan orang terlelap, Erwin dan jamaah lainnya bersimpuh melaksanakan Shalat Tahajud, Shalat Tasbih, dan dzikir sebuah momen sunyi untuk berinteraksi lebih dalam dengan Sang Pencipta.

Malu pada Mereka yang di Garis Depan

Satu hal yang mengusik batin Erwin adalah rasa syukur yang mendalam atas keamanan di Indonesia. Ia kerap teringat saudara sesama Muslim di belahan dunia lain, seperti di wilayah konflik atau daerah yang dilanda perang seperti di Timur Tengah.

Ia merasa malu jika seorang Muslim yang hidup di tengah kedamaian justru lalai menjalankan kewajiban. "Di sana, dengan akses makan dan minum yang sangat terbatas, mereka tetap berupaya berpuasa sebaik mungkin. Rasanya malu jika kita yang hidup aman, akses makan minum mudah, malah meninggalkan kewajiban," tuturnya dengan sorot mata serius.

Pintu Ampunan yang Tak Pernah Tertutup

Erwin memberikan pesan menyentuh bagi mereka yang mungkin merasa sudah terlalu jauh melangkah dalam dosa atau sering melanggar aturan agama. Bagi Erwin, Ramadan adalah undangan terbuka dari Allah SWT untuk kembali pulang.

Ia menekankan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, rahmat Allah selalu jauh lebih luas daripada murka-Nya. Momentum Taubatan Nasuha atau taubat yang semurni-murninya adalah inti dari bulan ini.

Pertama, Pintu Terbuka: Allah selalu menunggu hamba-Nya untuk kembali ke jalan ibadah.

Kedua, Jangan Putus Asa: Tidak ada kata terlambat bagi mereka yang mau datang bersimpuh.

Ketiga, Keajaiban Penyesalan: Mengingat dosa hingga meneteskan air mata di hadapan Allah adalah sebuah pencapaian luar biasa.

"Sekecil apa pun ibadah kita, bahkan sekadar mengingat dosa atau mengingat orang tua, itu sudah sangat berarti. Allah tidak pernah menutup diri bagi hamba yang ingin datang bersujud dan mengakui kesalahannya," kata Erwin.

Di bawah langit Pontianak yang tenang, Erwin Zulfikar menjadi representasi dari banyak jiwa yang sedang berjuang. Baginya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri hingga Maghrib tiba, melainkan tentang bagaimana membasuh jiwa agar kembali fitrah melalui pintu taubat yang tak pernah terkunci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....