Ustazah Attalia: Iman Harus Naik, Insecure Harus Turun
- 25 Feb 2026 21:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ramadan Vaganza pada segmen Berkahnya Ramadan kembali menyapa pendengar dan pemirsa pada Senin, 23 Februari 2026. Siaran yang dipandu Budiman tersebut menghadirkan Ustazah Attalia, S.Kom.I sebagai narasumber dengan topik “Iman Harus Naik, Insecure Harus Turun”. Tema ini diangkat untuk menjawab keresahan banyak orang, terutama generasi muda, yang kerap merasa minder, kurang percaya diri, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain, khususnya di era media sosial.
Dalam perbincangan pembuka, Budiman menyinggung fenomena insecure yang sering muncul di tengah masyarakat, terutama ketika seseorang merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain. Ia menyampaikan bahwa perasaan minder kerap muncul tanpa disadari dan bisa memengaruhi cara pandang seseorang terhadap diri sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Ustazah Attalia menjelaskan bahwa rasa insecure yang berlebihan memang berkaitan erat dengan kondisi keimanan seseorang. Ia menegaskan bahwa perasaan tidak percaya diri yang melampaui batas dapat menjadi tanda melemahnya iman. “Kalau insecure yang berlebihan, jelas otomatis iman kita turun. Makanya di Ramadan ini iman harus naik, insecure harus turun,” ungkapnya.
Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperbaiki hubungan dengan diri sendiri sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah. Ustazah Attalia juga mencontohkan bagaimana teladan Rasulullah dapat menjadi rujukan dalam membangun rasa percaya diri yang sehat. Ia mengingatkan bahwa latar belakang hidup tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa rendah diri.
“Baginda Rasulullah itu anak yatim, tapi beliau sangat berdamai dengan dirinya sendiri dan justru mengangkat derajat anak yatim dengan luar biasa,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rasa insecure sering muncul karena kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, baik dari segi fisik, ekonomi, maupun kesalehan. Menurutnya, kebiasaan ini dapat menjerumuskan seseorang pada perasaan iri, putus asa, bahkan menggerus kepercayaan kepada Allah. “Insecure itu biasanya hadir karena kita terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Dari situ iman bisa turun kalau tidak kita kendalikan,” ungkap Ustazah Attalia.
Dalam konteks Ramadan, ia mengingatkan bahwa peningkatan iman tidak hanya diukur dari menahan lapar dan haus, tetapi juga dari kemampuan menjaga lisan dan hati. Ia mencontohkan bahwa gibah atau membicarakan keburukan orang lain dapat membuat iman seseorang menurun meski sedang berpuasa. “Kita bisa saja puasa menahan lapar dan haus, tapi kalau kita masih menggunjing orang, itu sudah menurunkan iman,” katanya.
Sebagai langkah praktis untuk menekan rasa insecure, Ustazah Attalia menekankan pentingnya meluruskan niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mengurangi kebiasaan membandingkan diri melalui media sosial, serta memperbanyak rasa syukur. Ia menyarankan agar seseorang menjadikan orang yang lebih baik sebagai inspirasi, bukan sebagai sumber rasa minder.
Di akhir perbincangan, Ustazah Attalia mengingatkan bahwa rasa insecure tidak selalu bisa hilang sepenuhnya, namun dapat dikelola dengan memperkuat iman dan memperbanyak rasa syukur. Menurutnya, semakin seseorang dekat kepada Allah, maka perasaan kurang percaya diri akan perlahan menurun. “Kalau iman naik, insecure akan turun dengan sendirinya. Kuncinya banyak-banyak bersyukur dalam keadaan apa pun,” tutupnya.
Melalui siaran ini, pendengar diajak menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum refleksi diri, memperbaiki kualitas iman, serta menumbuhkan kepercayaan diri yang sehat. Pesan yang disampaikan diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih berdamai dengan diri sendiri, tidak terjebak pada perbandingan sosial, dan menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik untuk bertumbuh secara spiritual dan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....