Menjalani Ramadan di Perantauan, Rindu Jadi Kekuatan

  • 20 Feb 2026 12:13 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat kebersamaan dengan keluarga dan kerabat. Suasana sahur bersama, berbuka puasa di rumah, hingga salat tarawih berjamaah menjadi kenangan hangat yang selalu dirindukan setiap tahunnya.

Namun, tidak semua orang dapat merasakan kebersamaan tersebut. Sebagian harus menjalani puasa di perantauan demi mengejar pendidikan, pekerjaan, atau masa depan yang lebih baik, baik di kota lain maupun luar negeri. Kondisi ini membuat Ramadan terasa berbeda karena jauh dari orang-orang tersayang.

Kerinduan terhadap suasana rumah sering kali muncul, terutama saat waktu berbuka dan sahur. Momen berbuka puasa bersama keluarga, berangkat tarawih bersama, hingga canda hangat di meja makan saat sahur menjadi kenangan yang sulit tergantikan bagi para perantau.

Meski terasa berat, puasa di perantauan tetap dapat dijalani dengan nyaman dan penuh makna. Berikut beberapa tips agar puasa di perantauan tetap terasa hangat dan menyenangkan:

  1. Menghadirkan rasa kampung halaman lewat makanan
    Memasak atau membeli menu sederhana khas rumah dapat membantu mengobati rasa rindu dan menghadirkan kenyamanan emosional.
  2. Menciptakan suasana Ramadan yang menyenangkan
    Menata kamar, memutar lantunan religi, atau membuat rutinitas ibadah dapat membantu menghadirkan nuansa Ramadan meski jauh dari rumah
  3. Mencari teman sesama perantau
    Berbuka puasa bersama, berburu takjil, atau berkumpul dengan teman yang senasib dapat mengurangi rasa kesepian dan mempererat kebersamaan.
  4. Menjaga komunikasi dengan keluarga
    Meluangkan waktu untuk video call, berkirim pesan, atau sekadar menanyakan kabar dapat menjaga kedekatan emosional dengan keluarga di kampung halaman.
  5. Aktif di kegiatan masjid atau komunitas
    Ikut buka puasa bersama, kajian, atau kegiatan sosial di masjid dapat menambah kehangatan dan memperluas lingkungan pertemanan
  6. Melakukan aktivitas positif dan menjaga kesehatan
    Berolahraga ringan, menjaga pola makan, serta mengisi waktu dengan kegiatan produktif membantu menjaga kebugaran tubuh dan kestabilan emosi selama berpuasa.

Menjalani puasa di perantauan memang tidak mudah, tetapi dapat menjadi proses pendewasaan diri. Dengan membangun kebiasaan positif dan menjaga hubungan dengan orang terdekat, Ramadan tetap terasa hangat, bermakna, dan penuh keberkahan meski jauh dari rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....