Gubernur Norsan Kick Off SERAMBI dan Halal Fair

  • 19 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, resmi membuka kick-off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dirangkaikan dengan National Halal Fair (NHF) Kalbar 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kamis, 19 Februari 2026.

Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalbar, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta 37 mitra perbankan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor syariah di daerah.

Dalam sambutannya, Norsan menegaskan SERAMBI 2026 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari orkestrasi kebijakan untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “SERAMBI 2026 adalah bukti nyata peran strategis Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang layak edar dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Kita optimis ekonomi Kalbar tahun ini tumbuh di kisaran 5,5 hingga 6 persen,” ujar Norsan.

Ia menekankan, momentum Ramadan harus dikelola dengan baik sebagai penggerak konsumsi domestik tanpa mengabaikan stabilitas harga. Menurutnya, ada empat aspek utama yang harus dijaga, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, stabilitas harga, serta komunikasi publik yang efektif.

Gubernur juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak bersifat sesaat. Kalbar, kata dia, tengah diarahkan menuju struktur ekonomi yang lebih kokoh melalui hilirisasi dan ketahanan pangan berkelanjutan, dengan inflasi tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Doni Septadijaya, menyampaikan BI telah menyiapkan dukungan likuiditas yang meningkat signifikan. Alokasi uang kartal di Kalbar naik dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,6 triliun, yang didominasi pecahan kecil.

“Kami menyediakan layanan penukaran di 70 titik melalui kas keliling ritel, terpadu hingga susur sungai. Program ini juga disertai layanan publik seperti SIM keliling dan pasar murah. Sebanyak 14 ribu paket akan diedarkan hingga Maret mendatang,” kata Doni.

Ia menambahkan, layanan penukaran rupiah tidak hanya dilakukan menjelang Idulfitri, tetapi juga pada perayaan hari besar lainnya seperti Natal, Tahun Baru dan Imlek melalui program SEMPURNA. Di sisi lain, Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis KNEKS, Insa Putra, mengapresiasi pelaksanaan Halal Fair Kalbar 2026 yang disebut sebagai yang pertama digelar di Indonesia tahun ini.

Menurutnya, pelaksanaan Halal Fair di 15 provinsi sebelumnya telah mencatat total transaksi mencapai Rp25 miliar. Kalbar diharapkan dapat menjadi contoh dalam penguatan rantai nilai halal, pengembangan keuangan syariah, serta peningkatan literasi digital.

Melalui kolaborasi Halal Fair, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen memperluas akses pasar UMKM, mendorong peningkatan sertifikasi halal, serta mempercepat digitalisasi transaksi melalui QRIS sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah yang lebih produktif dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....