LDII Kalbar Ajak Hormati Perbedaan Ramadan

  • 18 Feb 2026 17:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat (Kalbar) Susanto, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah dengan saling menghormati dan menjaga persatuan. Susanto mengatakan, perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan tahun ini terjadi karena penggunaan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan hijriah.

“Sebagian pihak menggunakan metode hisab, sementara lainnya menggunakan rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap posisi bulan,” ujarnya di Pontianak, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, perbedaan pendekatan tersebut merupakan hal yang lumrah dalam khazanah fikih Islam. Karena itu, ia menegaskan agar perbedaan tidak memicu perpecahan maupun konflik di tengah masyarakat.

“Momentum Ramadan, justru harus menjadi ruang untuk menguatkan nilai moderasi beragama, mempererat ukhuwah, serta menjaga keharmonisan antarumat,” ujarnya.

Susanto juga mengajak umat Islam menjadikan bulan suci sebagai momentum meningkatkan ketakwaan, menertibkan ibadah, serta memperkuat kepekaan sosial terhadap sesama.

Sementara itu, berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI, pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan penetapan tersebut, umat Islam di Indonesia diimbau tetap menjaga persatuan serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan.

Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat tetap memprioritaskan semangat toleransi dalam menjalankan ibadah puasa meskipun terdapat perbedaan metode penetapan. Nilai persatuan bangsa harus menjadi landasan utama bagi setiap umat beragama agar suasana Ramadan tetap terasa sangat damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....