Dentuman Midfa al-Iftar, Tradisi Buka Puasa Unik di Lebanon
- 13 Feb 2026 19:45 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah kemajuan teknologi penanda waktu salat, sebuah tradisi lama masih bergema setiap senja Ramadan di sejumlah wilayah Lebanon. Tradisi itu dikenal sebagai Midfa al-Iftar, yaitu penembakan meriam sebagai penanda resmi waktu berbuka puasa.
Berbeda dengan meriam tradisional yang terbuat dari kayu di beberapa daerah Indonesia, meriam di Lebanon menggunakan meriam besi asli yang dulunya merupakan perangkat militer. Dentumannya sengaja diarahkan ke udara dan dikendalikan petugas khusus agar aman bagi warga sekitar.
Tradisi Midfa al-Iftar diyakini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum pengeras suara masjid dan sistem penjadwalan digital dikenal luas. Pada masa itu, suara azan tidak selalu dapat menjangkau seluruh penjuru kota.
Dentuman meriam menjadi penanda paling jelas bahwa matahari telah benar-benar terbenam dan waktu berbuka puasa telah tiba. Bagi sebagian masyarakat, bunyi ledakan meriam dianggap sebagai “alarm kolektif” yang menandai berakhirnya puasa hari itu.
Meski kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses jadwal berbuka melalui ponsel pintar dan pengeras suara masjid, tradisi ini tetap dipertahankan. Alasannya bukan sekadar fungsi, tetapi nilai historis dan suasana khas Ramadan yang dihadirkan oleh dentuman meriam tersebut.
Bagi generasi muda di Lebanon, Midfa al-Iftar bukan hanya penanda waktu berbuka, tetapi juga simbol keterhubungan dengan masa lalu. Setiap dentuman meriam seolah mengingatkan bahwa Ramadan tidak hanya soal waktu, melainkan juga tentang memori kolektif yang diwariskan lintas generasi.
Di era notifikasi digital dan jam otomatis, dentuman meriam besi itu tetap bergema dan menjadi pengingat bahwa beberapa tradisi dipertahankan bukan karena kebutuhan teknis, melainkan karena makna emosional yang tidak tergantikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....