Piala Dunia 2026 Penuh Kejutan, Tim Raksasa Berguguran
- 04 Jul 2026 13:10 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Babak gugur Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak kejutan yang di luar prediksi pecinta sepak bola. Sejumlah tim unggulan harus tersingkir lebih awal, sementara tim-tim kuda hitam berhasil mencuri perhatian. Format baru dengan 48 peserta yang digelar di tiga negara tuan rumah juga dinilai membuat persaingan semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Ketua PSSI Provinsi Kalimantan Barat, Suryanto Tanjung, dalam program podcast Astacita edisi BallCast RRI Pontianak yang disiarkan langsung dari Mercure Pontianak City Center, Jumat, 3 Juli 2026. Menurut Tanjung, tersingkirnya sejumlah kekuatan tradisional Eropa menjadi salah satu kejutan terbesar pada Piala Dunia edisi kali ini.
"Seperti yang kita ketahui, yang di luar prediksi itu Jerman dan Belanda. Mereka sudah harus angkat koper lebih awal. Padahal banyak yang berharap mereka bisa melangkah sampai semifinal atau final," ujar Tanjung.
Ia menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas sepak bola dunia kini semakin merata. Tim-tim yang sebelumnya tidak diunggulkan mampu bersaing dan memberikan perlawanan sengit kepada negara-negara besar.
Tanjung mengatakan, kehadiran tim-tim seperti Kanada, Meksiko, hingga Maroko menjadi bukti bahwa peta persaingan sepak bola internasional terus berkembang dan semakin kompetitif. "Hadirnya tim-tim seperti Kanada, Meksiko, hingga Maroko memberikan warna baru dalam Piala Dunia. Ini menunjukkan bahwa sekarang tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap remeh karena kualitas sepak bola sudah semakin merata," katanya.
Ia menambahkan, format baru Piala Dunia dengan 48 peserta turut memberikan kesempatan lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk menunjukkan kualitasnya di panggung dunia, sehingga membuat persaingan semakin menarik bagi para pecinta sepak bola. Suryanto berharap tren meningkatnya persaingan antarnegara dapat mendorong perkembangan sepak bola di berbagai kawasan, termasuk Indonesia.
Menurutnya, Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, dan strategi yang tepat mampu memperkecil kesenjangan kualitas antarnegara.
Baca juga: Tanjung Verde Kuda Troya Gagal Hancurkan Argentina, Score Akhir 3-2
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....