Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Last Dance Messi-Ronaldo

  • 08 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung terakhir bagi dua ikon terbesar sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Meski usia keduanya tak lagi muda, perhatian publik diyakini tetap akan tertuju pada dua pemain yang mendominasi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade tersebut.

Prediksi itu disampaikan pengamat sepak bola lokal, Hanif, dalam program spesial BallCast RRI Pontianak edisi Jumat, 5 Juni 2026 yang dipandu Naufal Rifqi Alfaridho. Menurutnya, Messi dan Ronaldo masih akan menjadi sorotan utama sepanjang turnamen berlangsung.

Selain membahas dua megabintang tersebut, Hanif juga menilai Argentina memiliki peluang lebih besar untuk melaju jauh dibanding Portugal. Meski Portugal memiliki kualitas individu yang mumpuni, terutama di lini tengah, Argentina dinilai unggul dalam aspek kolektivitas tim dan fleksibilitas permainan.

"Secara komposisi tim, Portugal bagus bahkan gelandangnya bagus-bagus banget semuanya. Tapi kalau masalah kekompakan tim, cara bermain, dan fleksibilitas, aku lebih yakin dan menjagokan Argentina untuk bisa melaju lebih jauh, minimal tembus semifinal," ujar Hanif.

Hanif menambahkan, kehadiran pelatih Lionel Scaloni menjadi nilai tambah bagi Argentina. Pengalaman Scaloni membawa Argentina menjuarai Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022 diyakini dapat menjadi faktor pembeda jika Albiceleste berhadapan dengan Portugal.

Sementara itu, peran Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal dinilai akan berbeda dibanding masa-masa puncak kariernya. Hanif menilai pengaruh Ronaldo sebagai pemimpin dan mentor tetap sangat penting bagi skuad Selecao das Quinas, meski kontribusinya di lapangan tidak lagi dominan.

"Ronaldo sangat punya pengaruh. Menurut saya, dia justru paling cocok posisinya di bangku cadangan sebagai support teman-temannya yang main. Beberapa kali Portugal main justru terlihat lebih cair tanpa Ronaldo di lapangan, namun mentalitas juara dari Ronaldo sebagai mentor di pinggir lapangan tetap menjadi poin plus yang tidak bisa dipungkiri," katanya.

Di sisi lain, Portugal disebut masih sangat bergantung pada performa Bruno Fernandes yang dinilai layak menjadi pemimpin tim di lapangan berkat konsistensi penampilannya dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam diskusi tersebut, Hanif juga menyoroti masa depan sepak bola dunia setelah era Messi dan Ronaldo berakhir. Ia menyebut wonderkid Spanyol, Lamine Yamal, sebagai salah satu pemain muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi bintang generasi berikutnya. Bahkan, rivalitas masa depan diprediksi akan lebih menarik jika mempertemukan Lamine Yamal dengan penyerang Prancis, Kylian Mbappe, di level tertinggi sepak bola dunia.

Baca juga: Antara Kalbar Dukung Sosialisasi “Bola Gembira” Sambut Piala Dunia 2026

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....