Begini Pengaruh Media Sosial bagi Pemilih Pemula

  • 11 Mei 2023 16:29 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, akan didominasi oleh pemilih muda dari Generasi Z (Gen Z) dan milenial. Pada saat bersamaan, perkembangan teknologi informasi saat ini menjadikan lebih banyak orang mengakses dan mencari informasi melalui media sosial (medsos). Tak terkecuali Gen Z dan milenial tadi.

Annisa Maharani, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak memberikan pendapat mengenai pengaruh media sosial pada anak muda untuk memilih di Pemilu 2024. Ia mengatakan media sosial tidak hanya jadi alat komunikasi suka-suka, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan politik.

“Ini menjadi kesempatan emas bagi calon ataupun paslon ke depannya, karena kaum milenial itu penghuni dari medsos-medsos saat ini,” ujar Annisa, pada sharing session di RRI Pro 2 Kanal Pemilih Cerdas, Selasa (9/5/2023).

Anissa Maharani, yang kerap disapa Nisa, juga Pengurus Forum Taman Bacaan Kalimantan Barat. Menurutnya, sebagain kaum milenial dan Gen Z tidak memiliki pengetahuan mengenai politik. Tergolong masih awam dan baru sehingga apa yang mereka lihat di media sosial itulah yang akan mereka ingat.

“Adanya media sosial mempermudah para calon bisa mempromosikan diri mereka dengan cara yang lebih efektif dan efisien,” kata Nisa.

Putriana. (Foto: Pro 2)


Selain Nisa, narasumber lain yang hadir di acara sharing session di RRI Pro 2 Kanal Pemilih Cerdas adalah, Putriana. Ia juga seorang dosen, di IAIN Pontianak dan aktif di Rumah Perempuan dan Anak Kalimantan Barat sebagai ketua.

Putriana juga menyampaikan hal senada. “Gen Z dan milenial sangat identik dengan media sosial maka media sosial punya pengaruh yang sangat signifikan untuk mengajak anak muda agar memilih,” katanya, menerangkan.

Menurutnya, Gen Z dan milenial lekat dengan media sosial dan akan menjadi pemilih yang mendominasi pemilu 2024. Media sosial menjadi salah satu faktor dari terjadinya peningkatan pemilih. Malah, sangat berpengaruh untuk mengajak anak muda menggunakan suaranya.

“Dengan adanya media sosial juga lebih memudahkan untuk lebih mengenal para politisi, melalui interaksi kepada masyarakat,” kata Putriana.

Sebagai generasi milenial juga, Nisa dan Putri mengaku lebih senang mencari informasi pemilu melalui media sosial. Jangkauan yang lebih luas dalam berkampanye dan mempromosikan diri serta banyaknya masyarakat dalam mengakses media sosial di keseharian, akan memberikan pengaruh bagi pemilih di pemilu 2024 mendatang.

Dilansir dari https://survei.apjii.or.id/, pengguna internet di Indonesia tahun 2022 dilaporkan mencapai angka 210 juta orang atau sebesar 77,02 persen dari penduduk Indonesia.

Penulis: Hana Madilla

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....