Pontianak Berpeluang Jadi Tuan Rumah Bulu Tangkis Internasional

  • 29 Jan 2026 16:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pontianak Berpeluang menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis internasional setelah mendapat kunjungan tim verifikasi dari BWF, Kamis, 29 Januari 2016. Kunjungan ini dilakukan untuk menilai kesiapan venue dan fasilitas pendukung di Stadion GOR Terpadu, Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Bidang Hubungan Internasional PBSI, Bambang Rudyanto, mengatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari laporan positif sebelumnya yang diterima saat ajang Sirnas. Menurutnya, Pontianak sudah lama tidak menggelar pertandingan bulu tangkis bertaraf internasional.

“Kami datang bersama perwakilan BWF dan beberapa vendor untuk memverifikasi apakah venue di Pontianak layak digunakan untuk turnamen internasional, khususnya level Super 100," ujar Rudyanto.

Jika hasil verifikasi disetujui, lanjutnya, Pontianak direncanakan akan menggelar dua turnamen internasional secara beruntun pada awal September mendatang. Turnamen pertama adalah International Challenge di bawah naungan Badminton Asia, disusul BWF Super 100 pada pekan berikutnya.

“Konsepnya back to back. katakanlah Minggu ini International Challenge, minggu berikutnya langsung Super 100,” katanya.

Rudyanto menambahkan, ajang Super 100 sendiri telah rutin diselenggarakan oleh PBSI selama bertahun-tahun di berbagai kota di Indonesia, seperti Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Jika terealisasi, Kalimantan Barat akan menjadi lokasi pertama penyelenggaraan Super 100 di wilayah tersebut.

Dari hasil peninjauan awal, Rudyanto menilai Stadion GOR Terpadu Pontianak cukup layak digunakan, meskipun penilaian resmi tetap berada di tangan BWF.

“Kalau menurut penilaian pribadi saya, bukan dari kacamata BWF, lapangan dan fasilitas pendukungnya tidak ada masalah. Kalau menurut saya, bisa layak digunakan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa poin penting dalam penilaian venue, di antaranya ketinggian plafon dan kapasitas penonton. Untuk turnamen Super 100, ketinggian minimal yang disyaratkan adalah 15 meter, sementara venue di Pontianak sudah mencapai 23 meter. Selain itu, pemasangan rigging lampu dinilai memungkinkan, serta kapasitas penonton yang mencapai lebih dari 3.000 kursi telah memenuhi standar.

Saat ini, pihaknya masih menunggu persetujuan resmi dari Badminton World Federation (BWF). Jika approval telah diterbitkan, pembahasan lanjutan terkait teknis penyelenggaraan dan pembagian area akan segera dilakukan.

“Intinya, kami masih menunggu approval dari BWF. Setelah itu, kami akan menggelar rapat lanjutan untuk memastikan turnamen berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Rudyanto, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....