RRI Perkuat Transformasi dan Kepercayaan Publik di Usia Ke-81

  • 11 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Memasuki usia ke-81, RRI menegaskan komitmen memperkuat transformasi digital dan layanan publik agar tetap relevan serta dipercaya masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama LPP RRI, I. Hendrasmo, melalui sambutan yang dibacakan Kepala RRI Pontianak, Budi Suwarno, pada Upacara HUT ke-81 RRI di ruang lobi RRI Pontianak, Jumat, 11 September 2026.

Hendrasmo mengatakan, peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk kembali mengingat ikhtiar dalam Tri Prasetya RRI, terutama keberpihakan pada kepentingan negara dan empat konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, RRI harus terus hadir sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menjadi sumber informasi yang akurat, terpercaya, dan mencerdaskan.

Menurut Hendrasmo, perubahan zaman membuat transformasi RRI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Transformasi dilakukan melalui penguatan program dan konten, infrastruktur, serta tata kelola agar RRI mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Angkasawan Angkasawati mengabadikan momen U sai Upacra Hut ke-81 RRI di Lobby RRI setempat ( Foto : Dokumen RRI).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kehadiran RRI di berbagai platform digital. Rebranding logo dan identitas digital menjadi bagian dari upaya mendekatkan RRI kepada audiens sekaligus menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Capaian sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan positif. Portal RRI.co.id mencatat 78,51 juta pengunjung dan 45,37 juta pembaca, aplikasi RRI Digital mencapai 337.195 pengguna, layanan streaming 107,4 juta hits, sedangkan interaksi media sosial mencapai 23,37 juta interaksi.

Hendrasmo menilai capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RRI. Kepercayaan itu harus dijaga dengan terus meningkatkan kualitas konten dan memperluas jangkauan informasi melalui berbagai platform.

Transformasi multiplatform juga harus diikuti peningkatan kompetensi sumber daya manusia. RRI terus menggelar pelatihan manajerial, multiplatform, belanja ide, pembelajaran mandiri, serta uji kompetensi wartawan dan penyiar yang hingga kini telah diikuti lebih dari 1.200 karyawan.

Dari sisi produksi, sepanjang 2025 RRI menghasilkan 103.705 berita melalui RRI.co.id dan radio, serta melibatkan lebih dari 34 ribu kelompok masyarakat dalam berbagai aktivitas siaran. Namun, peningkatan kuantitas harus diimbangi kualitas agar RRI semakin kuat sebagai sumber informasi kredibel di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi.

RRI juga terus memperkuat kontribusi terhadap program prioritas nasional. Sebanyak 18 tema prioritas diangkat pada 2025, antara lain ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi digital, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, investasi dan hilirisasi, literasi digital, serta bela negara.

Sebagai media publik, RRI diarahkan semakin kuat membangun masyarakat inklusif melalui perhatian terhadap moderasi beragama, kesiapsiagaan bencana, pengarusutamaan gender, pendidikan, kesehatan, penyandang disabilitas, olahraga, serta isu sosial lainnya. RRI juga harus memastikan masyarakat di wilayah 3T, perbatasan, dan kelompok dengan keterbatasan akses tetap memperoleh informasi.

Dalam memperluas layanan penyiaran, pada 2025 RRI membangun enam lokasi pemancar FM baru di Meulaboh, Sibolga, Surakarta, Palangkaraya, Mamuju, dan Tahuna. Transformasi penyiaran digital juga terus diperkuat melalui jaringan DAB+ dan DRM untuk menyiapkan masa depan penyiaran yang lebih modern dan luas jangkauannya.

Penguatan infrastruktur turut menjadi perhatian, dengan optimalisasi pemancar mencapai 84 persen pada 2025, melampaui target 80 persen. Dari 768 unit pemancar yang dikelola, sebanyak 648 unit atau 84 persen berada dalam kondisi berfungsi. Sementara dari sisi tata kelola, reformasi birokrasi mencapai 78,44 kategori BB, opini WTP dipertahankan lima tahun berturut-turut, dan predikat Badan Publik Informatif diraih selama tiga tahun berturut-turut.

Hendrasmo mengingatkan seluruh angkasawan dan angkasawati agar tidak cepat berpuas diri. Perubahan teknologi, perilaku masyarakat, persaingan antarmedia, dan perkembangan platform digital menuntut RRI bergerak lebih cepat dengan meningkatkan kualitas konten, memperluas layanan, memperkuat teknologi, meningkatkan kompetensi SDM, serta memperbaiki tata kelola.

Dalam momentum HUT ke-81 bertema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Hendrasmo mengajak seluruh insan RRI terus berinovasi dan berkarya, memperkuat kolaborasi dan sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga integritas. RRI diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, semakin kuat sebagai media publik, adaptif terhadap teknologi, dan semakin besar kontribusinya bagi Indonesia.

Baca juga: 81 Tahun RRI: Kisah Seorang Abdi Negara yang Memilih Bertahan di tengah Perubahan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....