Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Sekat Kanal Tangani Karhutla di Kalbar
- 24 Agt 2026 07:35 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pembangunan sekat kanal menjadi salah satu langkah yang didorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk menangani sekaligus mencegah kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, meminta perusahaan swasta yang berada di sekitar titik kebakaran lahan gambut untuk bekerja sama membangun sekat kanal, khususnya di sekitar area konsesi perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu 23 Agustus 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi mengenai upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pembangunan sekat kanal menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan, terutama di lokasi yang masih terdapat api.
Menurut Diaz, sekat kanal dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air di lahan gambut. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga proses pemadaman membutuhkan pasokan air secara konsisten.
"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, apinya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," kata Diaz.
Fenomena karhutla mulai terdeteksi sejak awal tahun di tengah kondisi cuaca yang kering. Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Sejalan dengan hal tersebut, Diaz mengingatkan bahwa permasalahan karhutla tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
"Saya sudah cek lahan gambut terbakar, memang ini kejadian luar biasa hingga Presiden pun turut meninjau. Ini kejadian yang berulang terus, saya rasa tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu cara atau satu instansi saja," jelas Diaz.
Selain meninjau lokasi, Diaz turut menyerahkan bantuan dari KLH/BPLH berupa 5 unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker, serta bantuan tambahan dari PT Antam Tbk. berupa 1 paket sumur bor dan 5 boks masker medis. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran lahan di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.
"Saya terima kasih sekali lagi bagi yang sudah membantu, kalau ada masalah bisa hubungi kami atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait, ujungnya ini semua untuk Kalimantan Barat, untuk Indonesia," tegas Diaz.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....