Reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano Resmi Beroperasi, Ini Poin Strategisnya?
- 21 Agt 2026 21:12 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sambas - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI secara resmi meresmikan reaktivasi pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jalur ini terhubung langsung dengan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano di Sarawak, Malaysia, guna membuka kran akses ekonomi serta potensi pariwisata antarnegara.
Reaktivasi perlintasan resmi ini merupakan bentuk tindak lanjut konkret dari kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia–Malaysia yang ditandatangani pada 8 Juni 2023, serta hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) tahun 2026.
"Alhamdulillah, Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, sah untuk menyelenggarakan pelayanan lintas antarnegara bagi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia," ujar Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, Jumat, 21 Agustus 2026.
Makhruzi menegaskan bahwa pengoperasian kembali jalur perlintasan tersebut merupakan jawaban atas harapan dan aspirasi panjang masyarakat perbatasan. Pembukaan gerbang perbatasan ini menjadi momentum penting yang memerlukan kesepakatan dan kesiapan matang dari kedua belah pihak karena berkaitan langsung dengan kedaulatan negara.
"Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Reaktivasi ini adalah babak baru untuk membuka kembali interaksi, mobilitas sosial, budaya, dan tradisi warga negara di sempadan kedua negara," ungkapnya.
Poin Strategis Reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano:
Ketentuan Dokumen Perjalanan: Pada tahap awal, mekanisme melintas masih mengacu pada koridor BCA 2023.
Peningkatan Status Layanan:
Ke depan, BNPP berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu dengan standar penggunaan paspor reguler.
Kawasan Ekonomi Terpadu:
Pengembangan Temajuk diproyeksikan sebagai pusat pelayanan kepabeanan, keimigrasian, karantina (CIQK), serta peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Sinergi Kawasan Regional: Mendorong kerja sama bilateral hingga tingkat regional yang lebih luas, seperti Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Selain konektivitas fisik, BNPP memproyeksikan kawasan Temajuk dan Telok Melano sebagai koridor pariwisata bahari terpadu. Jalur ini dapat menghubungkan destinasi unggulan di Malaysia seperti Sematan, Kuching, dan Miri, dengan destinasi prioritas Indonesia seperti Singkawang, Serasan, hingga Kepulauan Natuna.
Pemerintah berharap sinergi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk menyusun desain pembangunan kawasan perbatasan secara terpadu demi kesejahteraan masyarakat di garis terdepan NKRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....